Pemda Ingin Lepas dari Ketergantungan Usaha Pertambangan, Ini Tanggapan Ketua Komisi D DPRD Kutim Uce Prasetyo

Teropongmedia.com –Terkait statemen yang pernah diungkapkan Bupati Kutai Timur, Ismunandar, yang mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemda Kutim) secara perlahan ingin melepaskan diri dari ketergantungan usaha Pertambangan mendapat apresiasi dari DPRD Kutai Timur.

Hal ini Ia sampaikan kala rapat Paripurna pada Maret 2018 lalu, dikatakan Ismunandar, saat melakukan penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban kepala daerah tahun anggaran 2017, Kamis 22 Maret 2018. Ia pun mengklaim, Kutim mengalami perkembangan infrastruktur.

Sementara itu, ditemui saat Launching Buku dari Komunitas Akar Pakis, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Uce Prasetyo menyambut baik atas apa yang dikatakan Bupati. Akan tetapi harus ada langkah yang baik dan signifikan untuk melakukan hal tersebut.

“Saya pribadi sangat mendukung akan hal itu, tapi kita harus melangkah dengan pasti. Gali potensi-potensi yang ada di Kutim, jangan sampai kita sudah melangkah jauh tapi salah. Bisa-bisa Sangatta jadi kota mati,” tegasnya.

Dijelaskan Uce, begitu banyak potensi yang bisa digali di Kutim. Selain para komunitas yang sudah mulai melakukan kegiatan-kegiatan positif. Sarang burung walet pun bisa dijadikan salah satu Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kutim kedepan, pasalnya lahan yang digunakan untuk pembuatan sarang burung tidak terlalu luas, terlebih tidak ada musim-musiman jika akan memanen.

“Saat ini kami tengah menggodok dengan seksama terkait Perda Sarang Burung Walet, mudah-mudahan ini cepat selesai sehingga dapat memberikan angin segar bagi para pengusaha Sarang Burung Walet,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, klaim yang dilakukan oleh orang nomor satu di Kutai Timur ini bukan tanpa alasan, disebut Ismu, sudah perlahan Perda ini meninggalkan ketergantungan dari sektor pertambangan. Pemkab bakal menargetkan lebih ke komoditas pertanian, yaitu agribisnis dan agroindustri. “Kami sudah melakukan banyak kerja sama dengan stakeholder di pertanian. Target tahun ini, penambahan hingga 3.500 hektare tanaman jagung se-Kutim supaya mandiri pangan,” pungkasnya. (Adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *