Belum Ada Aturan, Panwaslu Bingung Amankan Mobil Paslon.

teropongmedia.com, Sangatta- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Kutai Timur, sejak ditetapkan Daftar Calon Tetap (DCT) mulai melakukan penertiban Alat Peraga Kampanye (Algaka) yang terpasang di 18 Kecamatan Kabupaten Kutai Timur. Kamis siang (24/05) Hotel Victotria

Namun hingga saat ini Panwaslu belum bisa melakukan tindakan penertiban terhadap stiker dan Branding Pasangan Calon (Paslon) yang terpasang di sejumlah kendaraan dan roda empat.

Pasalnya belum ada aturan resmi yang mengatur mengenai pemasangan stiker dan branding paslon yang terpasang dikendaraan roda empat, apakah termasuk juga sebagai alat peraga kampanye. Jika memang hal tersebut termasuk alat peraga kampanye maka akan ditertibkan.

Ketua Panwaslu Kutim, Andi Yusri didampingi Koordinator Divisi Pencegahan Hubungan antar Lembaga, Idris. Beliau mengatakan “jika dilihat dari efektivitas pengenalan Paslon stiker dan branding di kendaraan roda empat, melebihi algaka yang terpasang dijalan-jalan. Stiker dan branding lebih mudah dilihat warga karena mobil yang dipasang stiker dan branding lebih mobile karena bisa dibawa keliling di seluruh wilayah,” jelasnya.

Jika dilihat dari kegunaannya stiker dan branding mobil ini sama saja seperti APK. Namun karena belum ada aturan yang mengatur hal itu termasuk APK, jadi pihak Panwaslu tidak bisa melakukan tindakan penertiban.

Lanjutnya “Saya bingung, mau ditertibkan tapi tidak ada aturan. Namun saya rasa penempelan stiker memenuhi badan mobil tidak sesuai TNBK,”

“Kita tunggu saja, jika ada aturannya maka semua akan kita tertibkan termasuk yang terpasang di mobil angkot yang jika memang ada didapati di Sangatta,” tegasnya.

Kata Andi, Bawaslu akan berkoordinasi dengan Dirlantas Polda, dan Dishub Provinsi untuk memberikan keputusan perihal mobil kampanye.

“Alat peraga kan sudah ada ketentuan desain dan ukuran, begitu pula dengan bahan kampanye seperti stiker yang diperkenankan menempel di mobil hanya yang berukuran 10X5 cm. Jika melebihi, berarti tidak dibenarkan. Tapi kita tunggu sajalah aturan resminya,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *