50 Desa di Kutim Telah Menerima Dana Desa.

teropongmedia.com,Sangatta- Dalam upaya pelaksanaan ketertiban administrasi pencairan fisik Dana Desa (DD), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melaksanakan pendampingan ke semua desa yang ada di Kabupaten Kutai Timur.

Pemerintah pusat telah menetapkan bahwa Tiga puluh (30) persen dari kegiatan fisik Dana Desa (DD) tahun 2018 diporsikan untuk pembayaran upah Hari Orang Kerja (HOK).

Dikatakannya, “Hal ini dilakukan untuk percepatan dan mengatasi kesulitan masyarakat di desa terkait surat keputusan bersama (SKB) empat menteri tentang pekerjaan pembangunan fisiknya yang diharuskan atau diwajibkan minimal 30 persen HOK-nya ,” ucap ketua DPMD Kutim.

Lanjutnya “Jika HOK melalui proses juga tidak terpenuhi, kemudian diadakan refisi juga tidak terpenuhi maka satu-satunya jalan adalah kepala desa bersama jajarannya dilersilahkan melaksanakan musrembang des khusus jika tidak tercapainya HOK 30 persen, dan akan dibuat berita acaranya jika itu berkaitan dengan HOK”,tandasnya.

Agar diketahui adanya regulasi dana desa yang diwajibkan tentang hari orang kerja, bagian pembangunan bidang fisik dan pembangunan harus mencapai minimal tiga puluh (30) persen, yang bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat desa. Khususnya yang miskin dan marginal, yang bersifat produktif dengan mengutamakan pemanfaatan sumberdaya tenaga kerja dan teknologi lokal untuk memberikan tambahan upah atau pendapatan, guna mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Kepala DPMD Kutim H. Suwandi mengatakan sampai saat ini sudah ada 50 desa yang telah menerima pencairan DD dan berdasarkan instruksi Bupati Kutim Ismunandar pencairan (DD) harus selesai pada tanggal 31 Mei sehingga pada minggu ke dua Bulan Juni ini tahap kedua juga harus segera dilaksanakan karena dalam waktu dekat ada libur panjang .

“Dalam upaya melaksanakan kelancaran administrasi asistensi dana desa (DD). Dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD) menurunkan tim, untuk melaksanakan pendampingan diantaranya pendampin lokal desa (PLD) satu orang satu desa, pendampinagan desa (PD) yang ada di kantor camat satu orang tiga desa dan Tenaga Khusus (TK) yang ada di Kabupaten,” tutup Suwandi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *