Kegiatan Menyetrum dan Meracun Ikan. Meresahkan Warga Bantaran Sungai.

teropongmedia.com,Sangatta- Beberapa pekan ini, Kutim sudah tak diguyur hujan. Jikapun ada, hanya gerimis mengundang. Momen itulah dimanfaatkan oknum warga untuk menyetrum ikan di sungai.

Tidak hanya itu, mereka juga meracun ikan disaat air sungai sedang surut. Tentu saja, cara tradisional tersebut mengancam habitat ikan. Masalah lainnya, Sungai Sangatta dapat tercemar.

Fenomena ini terjadi dibeberapa titik. Salah satunya di kawasan Sungai Pinang dan Masabang. Praktek yang dilarang ini dikeluhkan masyarakat. Yusuf (74) salah satunya. Warga Pinang ini mengaku khawatir atas ulah oknum tersebut.

“Tidak semua ikan yang disetrum bisa diambil. Karena ada yang lepas dari tanggo (alat tangkap tradisional). Jadi kasihan mati sia-sia. Apalagi yang kena ada juga ikan yang kecil,” ucapnya.

Terparah jika ikan diracun. Cara ini paling membahayakan. Ikan banyak yang mati, manusia pun ikut keracunan. Terpenting, air sungai akan tercemar.

“Kalau racun udang masih mending. Kalau racun ikan, mati semua penghuni sungai. Udang, buaya dan hewan sungai lainnya. Tetangga saya ada juga yang kena muntaber. Karena memang, banyak warga yang pake air sungai,” jelasnya.

Begitupun di Masabang Sangatta Selatan. Beberapa kali oknum warga meracun ikan dan udang serta menyetrumnya. Pemandangan ini sudah rutin disaksikan masyarakat setempat. Bahkan, warga ikut memanen ikan hasil racun tersebut.

“Masalahnya kasihan ikan-ikan mati semua. Baik besar maupun kecil. Ini yang dilarang,” kata Rahmat (28).

Yusuf dan Rahmat meminta kepada pemerintah melarang aktifitas tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan ialah memasang rambu-rambu larangan.

“Karena kami sudah tegur, tetapi malah diolok-olok. Mereka tak mendengar larangan kami,” kata Yusuf.

Ditemui beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Nur Ali belum mengetahui pasti perihal itu, apa yang dilakukan oknum tersebut memang sangat tidak dibenarkan. Dirinya berjanji akan mencarikan solusi atas masalah yang sudah meresahkan masyarakat. “Hal ini pasti menjadi perhatian kami. Pembuatan plang larangan merupakan salah satu solusi,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *