Vaksin MR, SDN 010 Hanya di Ikuti oleh 50 % Murid.

teropongmedia.com,Sangatta- Imunasi atau Vaksin Measles Rubella (MR) yang diselenggarakan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 010 Sangatta Utara hanya diikuti sebagian murid saja, hal ini dijelaskan oleh Kepala Sekolah SDN 010, Ridwan.

“Dari total murid yang ada disekolah ini hanya sebagian saja yang mengikuti vaksin MR, total murid ada lima ratus dua puluh (520) orang, yang datang hanya bagi duanya saja”,ungkapnya.

Faktor beredarnya isu atas halal haramnya vaksin MR membuat para orang tua murid enggan mengizinkan anaknya untuk mengikuti.

“Selain banyaknya isu yang beredar luas dijejaring sosial ada juga faktor kondisi anak-anak yang sedang flu, sehingga kurangnya peserta vaksin”,jelasnya.

Berbeda dengan vaksin DPT beberapa bulan lalu, yang sudah mendapatkan sertifikat halal, namun tetap saja masih banyak orang tua murid yang mengizinkan

“Vaksin DPT yang lalu saja sudah jelas ada sertifikat halalnya, namun masih ada juga sebagian orang tua yang enggan menyadari pentingnya vaksin”,tandasnya.

Vaksin MR adalah jenis imunisasi yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari dua penyakit sekaligus — campak ( Measles) dan campak Jerman ( Rubella). Pasalnya. vaksin MR merupakan bagian dari vaksin MMR (Measles,Mumps, Rubella). Vaksin MR diberikan pada semua anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selama masa kampanye vaksinasi MR. Nantinya, tenaga kesehatan akan menyuntikan vaksin pada bagian otot lengan atas atau paha anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *