Polemik vaksin MR, Wabup Kutim himbau untuk tidak diperdebatkan.

teropongmedia.com,Sangatta- Pemberian Vaksin MR yang dimaksudkan sebagai pencegah penyakit campak dan rubella. Vaksin tersebut diberikan kepada anak usia sembilan n bulan sampai dengan lima belas tahun.

Tahap pertama, Vaksin MR mulai dilaksanakan di Kutai Timur pada awal Agustus lalu dengan menyasar sekolah-sekolah, sedangkan untuk usia diluar usia sekolah bisa mendapatkan vaksin MR dengan datang langsung ke fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan Posyandu pada September mendatang.

Namun, belakangan banyak berita yang beredar akan halal haramnya vaksin tersebut. Wakil Bupati Kasmidi Bulang mengatakan, “Sesuai dengan instruksi Kementerian Kesehatan, maka imunisasi MR wajib dijalankan di daerah, terlepas dari Fatwa MUI yang menyatakan vaksin tersebut mengandung hal yang diharamkan bagi muslim”,jelasnya.

Lebih lanjut “Namun jangan menjadi bahan perdebatan. Cukup dikembalikan kepada pihak masing-masing. Jika memang melihat dari sisi kesehatan untuk terbebas dari penyakit, maka silahkan vaksin, namun jika melihat dari sisi halal haram, juga tidak ada paksaan”,tegasnya saat coffee morning Senin (27/8).

Kasmidi menambahkan, sampai dengan hari ini belum ada pencabutan edaran dari Menteri Kesehatan, jadi imunisasi tersebut tetap dijalankan, karena berkaitan dengan penyakit yang akan diberantas, namun tidak ada keharusan bagi yang tidak mau.

Sedangkan untuk Fatwa MUI, menurut Kasmidi sampai dengan hari ini belum ada edaran resmi, yang ada hanya berita yang beredar di social media, dan hal tersebut tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *