Warga Sangatta Selatan Kirim Bantuan Ke Sulteng.

teropongmedia.com,Sangatta- Kondisi di Sulawesi Tengah ini mengingatkan warga atas apa yang terjadi di Aceh hampir 14 tahun silam. Mereka mengenang saat kampung halaman luluhlantak akibat gempa dan diterjang tsunami.

Setidaknya, sampai Selasa (2/10/2018) pukul 13.00 WIB, sebanyak 1234 orang meninggal dunia. Adapun, 61.867 jiwa terpaksa mengungsi di 109 titik di wilayah tersebut. Bencana alam itu terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9/2018) sore. Sebanyak empat kota/kabupaten, yaitu Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong, luluh lantak akibat peristiwa tersebut.

Atas dasar kepedulian terhadap sesama, Kepala Dusun Masabang Sangatta Selatan Nurlianto, mengumpulkan bantuan untuk korban bencana alam di Sulawesi Tengah.

“Ini salah satu bentuk kepedulian kami, karena Kutim kan paling dekat dengan Palu, bantuan kami kumpulkan sejak hari senin, ada tiga tempat tampungan disini dan itu penuh semua, kita juga melakukan jemput bola dalam pengambilan bantuan ke rumah warga”,ungkapnya.

Lebih lanjut pihaknya berkolaborasi dengan syahbandar dan GAM (Gabungan anak masabang) dalam melakukan pendonasian. Bertempat di Dusun Masabang Desa Sangatta Selatan, Jum’at malam (5/10).

“Kami bekerja sama dengan pihak syahbandar dan GAM, mengingat ini kan saudara kita juga, jadi kami bersama-sama melakukan kebaikan itu, barang yang sudah ada ini akan kami kirimkan dahulu kesana, lalu kami akan coba menerima bantuan kembali”,lanjutnya.

Pihak Sangsel bekerja sama dengan syahbandar Samarinda lalu diberangkatkan menggunakan kapal Negara distrik kenavigasian kapal Miang Besar milik Negara dan bantuan akan dipusatkan ke Palu. Kemudian dari palu akan didistribusikan kembali ke daerah lain sesuai dengan kebutuhannya.

Petugas syahbandaru Selamet Isyadi pun menjelaskan keberangkatan bantuan dari warga Sangsel. Melalui jalur laut akan menempuh waktu sekira 21 jam.

“Kapal akan sandar di pantoloan, waktu tempuh 21 jam melalui jalur laut dan pihak pemda disana yang akan membaginya sesuai kebutuhan, bantuan ini dari stakeholder dan warga Sangsel”,ujar Selamet.

Untuk diketahui jumlah bantuan yang akan diberangkatan berupa mie @93 karton, air mineral @ 60 karton, beras 25 kg @1 karton, beras 10 kg @20 karton, beras 5 kg @30 karton, pakaian @7 karton, pakaian bayi @7 karton, popok bayi @11 karton, gula 50 kg @1 karung, krimer kental manis @1 karton, sabun cuci @1 karton, pasta gigi @1 karton, selimut @2 karton, susu bayi @4 karton, sabun mandi @2 karton, makanan bayi @5 karton, masker @1,8 karton dan uang Rp 19 juta rupiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *