Imunisasi MR Belum Capai Target, Dinkes Rangkul Disdik, Mui dan Kemenag.

teropongmedia.com,Sangatta- Menanggapi banyaknya orang tua yang masih ragu akan kepastian imunisasi Measles Rubella (MR) membuat Kutai Timur (Kutim) belum mencapai target. Sedikitnya kurang dari 20 persen pencapaian target MR.

Dinas Kesehatan (Dinkes) akhirnya harus bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik), MUI dan Kementerian Agama.

Kepala Dinas Kesehatan Bahrani menegaskan akan pentingnya imunisasi MR guna menciptakan lingkungan yang kuat.

“Imunisasi MR ini bertujuan untuk menciptakan kekebalan didaerah tersebut, apalagi ibu hamil sangat rentan kekebalan tubuhnya, jadi imunisasi MR itu wajib untuk mencegah bayi terlahir cacat”,ujarnya.

Bahrani juga mengatakan masih saja ada beberapa sekolah di Kutim yang enggan melakukan imunisasi MR, beberapa sekolah masih mempertanyakan tentang kehalal haraman imunisasi tersebut.

“Tapi krn ada isu halal haram jdi banyak target yang ragu-ragu ikut imunisasi, target yang tadinya sampai akhir September jadi diundur akhir Oktober agar memenuhi target 95 persen itu”,jelasnya

Dinkes masih bersosialisasi untuk imunisasi, ada beberapa sekolah yang masih menolak ikut imunisasi, kalau belum mencapai 95 persen MR masih bisa menjadi ancaman bagi Kutim.

“MR itu bahaya dia harus berobat ke lima poli sekaligus, MR sangat bahaya bagi ibu hamil tidak akan sebanding dengan biaya berobatnya. Wahau, Batu ampar, Long mesangat itu sudah bagus 95 persen semoga daerah lain bisa mengikuti”,tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *