Seluruh Kades Se-Kutim Tagih Pencairan ADD, Beberapa Kades Stop Pelayanan Mulai Besok.

teropongmedia.com Sangatta– Coffee Morning yang biasa di lakukan setiap satu minggu sekali pada hari Senin, kali ini tampak berbeda karena biasanya hanya di hadiri oleh kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup pemerintahan Kabupaten Kutim dan para camat setiap satu bulannya.

Namun pada kesempatan hari ini, seluruh Kepala Desa (Kades) dari 18 Kecamatan se-Kutim turut hadir dalam coffee morning. Kades-kades tersebut meminta kepada pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim agar segera mencairkan Alokasi Dana Desa (ADD).

Pasalnya, sudah ada beberapa kantor desa yang menghentikan pelayanannya kepada masyarakat, hal itu karena terbentur masalah ADD yang tak kunjung cair.

Turut hadir Bupati Kutim Ismunandar, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang, Sekretaris Daerah Irawansyah, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Rupiansyah, Asisten Administrasi Umum Yulianti, kepala SKPD dan para Camat se-Kutim.

Bupati Kutim Ismunandar pada kesempatannya mengajak kepada seluruh kepala desa agar tidak melakukan tindakan-tindakan di luar hukum seperti menghentikan pelayanan sebagai aparatur desa serta tindakan-tindakan lain yang dapat merugikan masyarakat.

“Mari kita lakukan diskusi bersama-sama untuk mencari solusi bersama dan menyimak persoalan-persoalan yang ada untuk berdiskusi agar tercapai kesepakatan, terkait mekanisme penganggaran ada yang namanya DPA. DPA sedang kita bahas, jika sampai besok camat belum selesai DPA bagaimana kita ingin bayar,” tegasnya.

Berikut beberapa tuntutan kepala desa dampak dari tidak diprioritaskannya dan kesewenangan terhadap anggaran desa, pertama mengadakan mogok bersama sejak hari Selasa (8/1/2019) sampai pencairan kurang salur ADD tahap ke II Tahun anggaran 2017 dan kurang salur ADD 30% tahun 2018, kedua meningkatkan tunjangan kinerja aparat desa dan lembaga desa tahun anggaran 2019 dan ketiga meminta tanggapan tertulis atas pernyataan ini kepada Bupati dan Wakil Bupati selambat-lambatnya Kamis (10/1/2019) dan disampaikan ke masing-masing desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *