Kecamatan Sangatta Selatan Miliki Desa Baru

Bupati saat melantik Kepala Desa Pinang Raya.

SANGATTA – Satu desa di Kecamatan Sangatta Selatan telah diresmikan hari ini Rabu (16/1) di Gedung Serba Guna Desa Sangatta Selatan.

Bupati Kutim, Ismunandar mengatakan pengukuhan ini merupakan pertanda desa Pinang Raya merupakan bagian baru di kecamatan tersebut. Pemekaran desa baru dalam rangka mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Beberapa persiapkan diolah secara matang, bahkan untuk fasilitas lokasi kantor Desa Pinang Raya, salah satu masyarakat menghibahkan tanah seluas tiga hektar untuk pembangunan.

“Dengan adanya kepala desa ini diharap dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang berlokasi cukup jauh,” ujarnya dalam sambutan.

Dengan adanya desa baru ini, ia meminta desa dapat berpartisipasi dalam pelaksanaan perlombaan kebersihan lingkungan. Selain itu kerjasama di perkampungan tersebut dapat menjadi penopang tokoh sekitar.

Adapun tenggang waktu yang diberikan pada kepala desa baru yakni sekira tiga tahun lamanya, sebagai masa percobaan. Jika Pinang Raya ini dirasa tidak mumpuni dalam pelaksanaannya, maka akan dikembalikan ke desa induk yakni Desa Sangatta Selatan.

“Saya berharap desa ini mampu dan bisa sejajar dengan yang lainnya,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Pinang Raya, Rosliati menjelaskan perencanaan pemekaran telah dilaksanakan sejak lama. Menurutnya, sejumlah tim pemekaran giat menyelesaikan pemberkasan dari desa induk.

“Ada beberapa tim pemekaran yang terus mengejar, Alhamdulillah sekarang sudah terwujud. Dana operasional akan persiapan,” ungkapnya.

Wanita yang masih menjabat menjadi ASN di Kantor Kecamatan Sangatta Selatan ini berharap dalam kurun waktu satu tahun kedepan dirinya mampu menjadikan wilayah yang dipimpinnya berkembang menjadi desa definitif.

“Target saya, desa ini sukses menjadi desa definitif selama satu tahun. Sasaaran saya yaitu bisa membangun bersama rakyat,” harapnya.

Ia mengaku belum mengetahui secara pasti luasan wilayah dan jumlah penduduk. Hanya saja ada tiga dusun yang dapat membantu menjadi ujung tombak pelaksanaan tugas.

“Sementara pembangunan masih dikomandoi oleh Desa Sangatta Selatan. Batas wilayah kami mulai dari jembatan pinang sampai kilometer tujuh poros Bontang,” bebernya.

Untuk melaksanakan prosedural pekerjaan, pihaknya masih berkantor di desa induk. Kemudian selanjutnya, jika sudah tercapai menjadi desa definitif, maka seluruh aset wilayah yang memasuki batas secara otomatis akan dilepas.

“Seperti BPPUTK yang berlokasi di kilometer tiga poros Bontang harus lepas dari Desa Sangatta Selatan jika memang kami sudah berhasil menjadi desa definitif,” tutupnya. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *