Dirut RSUD Kudungga Menampik Kasus Malpraktik

DIDUGA MALPRAKTIK: Screenshoot dari video yang beredar.

SANGATTA – Unggahan Pengacara Kondang Indonesia, Hotman Paris Hutapea melalui akun Instagramnya, cukup menghebohkan masyarakat Kutim, dimana ia membeberkan perihal kasus malpraktik di RSUD Sangatta. Hal ini membuat Direktur RSUD Kudungga Kutim dr. Anik Istiyandari angkat bicara.

Wanita ini membantah adanya dugaan malpraktik yang dilakukan oleh dokter dari RSUD Kudungga. Dirinya menjelaskan kasus yang saat menjadi sorotan warganet itu merupakan kasus lama yang telah diproses ke pihak kepolisian dan hasilnya tidak seperti yang dihebohkan warga.

“Itu kasus lama, sudah sejak 2013 lalu dan sudah diproses di kepolisian hasilnya tidak ada malpraktik, karena anak itu memang sudah cacad bawaan sebelumnya,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Bahrani membenarkan pernyataan direktur RSDU Kudungga, dimana dirinya juga menyakini kasus tersebut sudah lama dan sudah diproses secara hukum.

“Kasus ini sudah lama, karena waktu itu masih RSUD Sangatta sekarang sudah RSUD Kudungga. Kalau tidak salah itu pasien sekira lima hingga enam tahun lalu, saya rasa media tentu sudah tahu, bahkan warga Sangatta juga sudah banyak tahu,” ungkapnya.

Dalam video yang dipostingnya tersebut, terlihat Hotman sedang menerima laporan dari salah satu warga Sangatta, terkait malpraktik di RSUD Kudungga, yang hingga saat ini belum mendapatkan respon dari pihak kepolisian. Terlihat pula dalam video tersebut seorang wanita menceritakan malpraktik yang dilakukan RSUD Kudungga, dimana pada 2013 lalu, putranya pernah melakukan operasi, yaitu tanam lensa namun kondisi anaknya hingga saat ini tidak cukup membaik.

Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim Polres Kutim, AKP Yuliansyah menjelaskan kasus tersebut terjadi pada 11 Maret 2015 lalu. Pihak terkait pernah melakukan pengaduan malpraktik yang diadukan ke Polres Kutim. Berdasarkan pengaduan tersebut kepolisian sudah melakukan
penyidik tindak lanjuti dengan memeriksa pihak yang terkait yaitu dari pihak rumah sakit yaitu dr.Zainudin Sp.M (dokter yg menangani) dan dari pihak IDI prov kaltim (keterangan ahli).

Hasil dari keterangan pihak IDI provinsi kaltim (dr. Arie umboh Sp.M) menyatakan bahwa tidak ditemukan pelanggaran atau kesalahan prosedur penanganan pasien. Sehingga hasil dari pada gelar perkara pengaduan tersebut belum bisa ditingkatkan ke proses penyidikan.

Hal tersebut sudah disampaikan pihak penyidik kepada pihak pengadu melalui mekanisme SP2HP.

“Terkait penyampaian di media sosial yang mana dikatakan ada hasil temuan dari pihak majelis kehormatan disiplin kode etik adanya kesalahan dari pihak dokter, hal tersebut tidak pernah disampaikan ke pihak penyidik sampai saat ini,” jelas Yuliansyah.

Selanjutnya pihak penyidik akan mengklarifikasi hal tersebut (temuan majelis kehormatan) ke pihak RSUD sesegera mungkin. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *