TPA Sangatta Overload, Masih Cari Lokasi Baru

TPA PENUH: Tumpukkan sampah dirasa sangat mengganggu warga.

SANGATTA – Menjadi tugas lagi bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim. Mengingat penuhnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Batota.

“Seharusnya 2019 ini TPA sudah ditutup karena kondisinya melebihi kapasitas, masyarakat juga sudah banyak yang mengeluh,” ujarnya saat ditemui di kantorya.

Meskipun, pihak PT.KPC sudah memberikan wilayah untuk TPA, namun menurut Kasi Pengelolaan Sampah DLH Kutim, Sugio hal tersebut tetaplah tidak mudah, sebab ada beberapa lahan yang masih harus dibebaskan.

“Pembebasan lahan itu tidak mudah, banyak hal yang harus diurus tentu membutuhkan waktu yang cukup lama,” jelasnya.

Dia mengatakan, sebelumnya dalam sehari ada sekira 120 ton sampah yang diangkut ke TPA setiap harinya, sementara lahan yang digunakan sudah tidak bisa lagi menampung.

“Lahan yang kami miliki itu datar, sehingga jika ingin menampung lebih banyak, harusnya dibuat seperti bendungan, namun itu membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit,” bebernya.

Selain itu, pada 2016 lalu, sampah yang diangkut sebanyak 720 ton perhari, namun menurutnya hal ini merupakan perbandingan yang tidak logis, dimana sampah Sangatta lebih tinggi dibandingkan Balikpapan yang hanya mencapai 400 ton dalam sehari.

“Kemudian di 2017 kami melakukan penghitungan dan pengecekan berdasarkan armada yang mengangkut, ternyata sehari sampah di Kutim hanya 120 ton saja,” tandasnya.

Dirinya berharap agar pemerintah segera bergerak cepat dalam masalah tersebut, sehingga permasalahan sampah dapat terselesaikan.

“Sampah ini sebenarnya sensitif, sehari saja tidak diangkut masyarakat sudah protes, sementara kami juga bingung untuk meletakkannya,” kata Sugio. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *