Ratusan Guru Honor Tidak Miliki SK

Foto : Plt Kadisdik Roma Malau saat menjabarkan laporan dalam Coffee Morning.

teropongmedia.com Sangatta– Sebanyak 950 tenaga honor dibidang pendidikan belum mendapatkan Surat Keputusan (SK) Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim).

Jika dibanding dulu, gaji pekerja honorer hanya berkisar Rp 200 – Rp 300 ribu. Bahkan, ada honorer yang diperlakukan seperti itu sampai lima tahun dengan SK dari kepala sekolah saja.

Kepala Dinas Pendidikan, Roma Malau, menuturkan saat ini ada 2310 TK2D yang diangkat pada 2017, dan 950 tenaga honor dari 18 kecamatan yang ada di Kutim, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Karena bertambahnya siswa otomatis ada penambahan tenaga pengajar,” katanya, Senin (4/2).

Di tempat yang sama, Sekertaris Badan Kepegawaian Pelatihan Dan Pendidikan (BKPP) Kutim, Rudi Baswen, menjelaskan pihaknya masih merekap pembagian SK TK2D.

“Dari Januari ada perubahan skema penggajian, saat ini kami masih melakukan rekapitulasi validasi pengangkatan SK TK2D,”
jelasnya.

Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang menegaskan agar tidak lagi menambah tenaga honor yang menggunakan SK kepala sekolah. Menurutnya, hal ini merupakan salah satu peyebab sejumlah guru tidak sejahtera. Mengingat gaji tenaga honor tergolong minim.

“Kami akan mensetop tenaga honor, ini demi kebaikan mereka juga, sebab kedepannya TK2D akan ditiadakan dan diganti menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK),” jelasnya. (Fys)

Penulis : Fitriani Yusuf
Editor : LRS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *