Sebanyak 132 Pelajar Terima Beasiswa Paguyuban Adat Besar Kutim.

FOTO : Penyerahan Beasiswa Secara Simbolis Oleh Bupati Kutim Beserta Ketua Adat Dan PT.KPC.

teropongmedia.com Sangatta– Pendidikan adalah salah satu dari program utama Lembaga Besar Adat Kutai Timur, melalui program beasiswa paguyuban bagi anak-anak pelajar Kutim sebanyak 132 pelajar terima beasiswa pendidikan tidak mampu. Jumat (7/2).

LBAKT melalui Dinas Pendidikan memberikan langsung bantuan tersebut. Bekerja sama dengan PT.Kaltim Prima Coal (KPC) mengelola bantuan dana Corporate Social Responsibilty (CSR) yang menjadi tanggung jawab sosial perusahaan.

CSR dapat dikatakan sebagai kontribusi perusahaan terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan dengan cara managemen kepada seluruh pemangku kepentingannya. CSR juga didasari atas keinginan perusahaan yang bertujuan profit, deviden dan lainnya.

Kepala LBAKT, Abdal Nanang, menuturkan pihaknya selalu memperjuangkan sesuatu yang bertujuan untuk mengembangkan kemajuan Kutim.

“Ini merupakan salah satu program utama kita, program ini sudah lama kita susun, kurang lebih satu tahun, karena kami ingin tertib administrasi dan transparan, agar masyarakat dapat merasakan kontribusi perusahaan kepada semuanya,” jelasnya.

Abdal Nanang, juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kutim agar memanggil seluruh perusahaan yang ada di Kutim agar memberikan kontribusinya kepada daerah.

“Untuk Pemkab Kutim, agar sekiranya memanggil seluruh perusahaan yang aktif, jangan hanya mengambil untungnya saja disini, tapi masyarakat kecil tidak merasakan haknya,” tandasnya.

Terbagi menjadi tiga tingkat, Sekolah Dasar 44 pelajar, Sekolah Tingkat Pertama 44 pelajar dan Sekolah Menengah Atas 44 pelajar, yang diberikan kepada pelajar kelas akhir. Tidak hanya itu, program CSR ini pun diberikan kepada 28 paguyuban yang ada di Kutim, hal ini dijelaskan oleh Reff Effendi Lubis dalam sambutannya.

“Program CSR ini juga kita berikan kepada 28 paguyuban, untuk mengangkat budayanya, berupa peralatannya dan pelatihannya, serta bantuan saran produksi pertanian dan bibit, kedepannya juga program kita ingin mengelola pelatihan UKM untuk menciptakan muda-mudi yang kreatif,” tukasnya.

Bupati Kutim, Ismunandar, yang hadir dalam kesempatan ini juga menegaskan, LBAKT mampu membuat best practice dalam pengelolaan dana CSR, menurut Ismu, ini gagasan ketua adat yang patut diapresiasi karena menyatukan segala paguyuban yang ada, ini harus dapat manfaatkan secara akuntabel. (fys).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *