Pemkab Kutim Kaji Ulang Pembuatan Pabrik

DIKAJI ULANG: Wakil Bupati Kasmidi Bulang saat diwawancarai awak media.

teropongmedia.com Sangatta– Sejumlah petani kelapa sawit swadaya di Kutai Timur menjerit dengan anjloknya harga tandan buah segar (TBS). Jika disesuaikan dengan ketentuan Pemerintah yakni sebesar Rp 1.300 perkilogram.

Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang mengatakan akan mengkaji ulang permasalahan petani kelapa sawit swadaya.

“Saat ini kita sedang menghitung berapa jumlah kebun sawit mandiri yang ada di Kutim, juga total luasan yang tidak ada kaitannya dengan perusahaan,” ujar Kasmidi.

Ia menuturkan bagi seluruh petani yang mengelola perkebunan sawitnya secara mandiri tanpa melibatkan pihak perusahaan (swadaya), agar sekiranya bisa bergabung menjadi anggota koperasi untuk bermitra dengan perusahaan, sehingga harga sawit para petani tetap stabil sesuai dengan ketentuan pemerintah.

“Untuk petani juga jika ingin TBSnya ada nilai jual, agar segera bermitra kepada perusahaan, tetapi pihak perusahaan juga akan memilih segi kualitas buah. Namun perubahan harga sektor petani sawit swadaya sewaktu-waktu akan tetap terjadi, karena mengikuti mekanisme pasar,” bebernya.

Lebih lanjut ia menegaskan akan diadakan pendataan menyeluruh untuk petani secara swadaya.

“Dimana letak luasan lahannya paling luas akan kami bangunkan pabrik untuk membantu petani mandiri dan bagi perusahaan yang belum memiliki pabrik akan segera disurati agar segera membangun pabriknya” tandasnya.

Untuk diketahui, harga pasaran TBS dari provinsi, yakni sawit berumur sembilan tahun dihargai Rp 1.157,98 perkilo dan sawit berumur lebih dari 10 tahun berkisar Rp 1.171,63 per kilogram. Dimana harga minyak sawit mentah (CPO) ditetapkan Rp 5.853,00 perkilogram dan harga Kernel Rp 3.699,52 per kilogram dengan indeks K 80.00 persen. (Fys)

Penulis : Fitriani Yusuf
Editor : LRS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *