Desa Karangan Hilir Hasilkan 150 Ton Kakao Pertahun

KAKAO TERBESAR: Camat Karangan saat memperlihatkan hasil panen

teropongmedia.com Sangatta– l Desa Karangan Ilir merupakan daerah penghasil komoditas buah kakao terbesar di Kalimantan Timur (Kaltim). Bahkan mampu menghasilkan 150 juta ton pertahunnya, dengan pendapatan mencapai Rp.4,5 miliar.

Buah kakao umumnya digunakan sebagai bahan baku pembuatan coklat. Seperti, petani kakao Desa Karangan Ilir sudah menerapkan tanaman secara vegetatif dengan sambung samping dan sambung pucuk, menggunakan klon unggulan yang dibudidayakan yaitu, SU 1, SU 2, MCC 01 dan MCC 02. Adanya klon tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktifitas kakao menjadi MCC 02S dengan produksi yang tinggi dan lebih tahan dari serangan hama dan penyakit lainnya.

Kepala Desa Karangan Ilir, Jabir menuturkan, daerahnya merupakan penghasil kakao terbesar di Kaltim dan memiliki kualitas terbaik setelah Sebatik (Kaltara).

“Daerah kita merupakan penghasil kakao terbesar di Kaltim saat ini, juga memiliki mutu dan kualitas terbaik. Karena petani disini sudah mendapat sertifikasi resmi dari Disbun Kutim untuk tehnik sambung,” ujarnya.

Saat ini Desa Karangan Ilir memiliki luas lahan tanam kakao 124 hektare, dengan luas tanam produktif 104 hektare mengemban kakao organik. Harga jual kakao yang fluktuatif, pada 2016 harga kakao mencapai Rp.30 ribu per kilogramnya.

Sekira tujuh kelompok tani yang membudidayakan kakao dengan jumlah lebih dari 100 anggota. Kelompok tani karya indah lestari dan subur raya salah satunya.

“Kakao atau cokelat merupakan tumpuan yang diandalkan masyarakat Karangan Ilir untuk menopang ekonomi para petani kita,” jelasnya.

Namun, dibalik potensi yang luar biasa tersebut, ada beberapa keluhan para petani kakao, mulai dari tingginya biaya operasional seperti pembelian pupuk yang cukup tinggi dan para tengkulak atau pengepul yang mempermainkan harga beli.

“Kami berharap saja semoga dapat diberi solusi mengenai harga pupuk, entah kita akan diberi pupuk bersubsidi atau lainnya,” tandasnya.

Untuk diketahui, selain pengahasil biji kakao, Desa Karangan Ilir memiliki kebun entris yang telah dimurnikan oleh Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) Jember bekerja sama dengan Dinas Perkebunan (Disbun) Kutim. Petani juga telah disertifikasi untuk melakukan tehnik sambung samping dan pucuk. Sehingga menempatkan Karangan Ilir sebagai penghasil sumber bibit kakao unggul di Kaltim. Sebelumnya pengambilan bibit kakao unggul didatangkan langsung dari Sulawesi Selatan. (Fys)

Penulis : Fitriani Yusuf
Editor : LRS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *