Dua pemuda asal Kutai Timur mampu bersaing dengan 150 delegasi dari Indonesia

DELEGASI KALTIM: Belasan perwakilan asal Kaltim saat kunjungan di Gedung MPR RI

SANGATTA – Dua pemuda asal Kutai Timur mampu bersaing dengan 150 delegasi dari Indonesia dalam ajang pemimpin muda nusantara strategic forum (PMNSF) 2019 di ibu kota Jakarta, pada 8- 10 Maret 2019.

Kedua pemuda tersebut yakni, Muhammad Said dan Lela Ratu Simi, putra-putri daerah asal Sangatta Selatan.

Keberangkatan mereka sebagai peserta mendapat dukungan perusahaan tambang di Sangatta PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan juga organisasi kepemudaan KNPI Kutim.

Muhammad Said mengatakan dirinya merasa bahagia mendapat kesempatan emas dengan terpilihnya ia dalam ajang PMNSF.

“Alhamdulillah saya merasa sangat bangga bisa mengikuti kegiatan seperti ini. Dimana bisa bertemu delegasi dari Provinsi se Indonesia. Harapan ke depannya, saya ingin mengembangkan potensi pemuda di Kutim,” tuturnya.

Sementara itu, Yordhen Ampung, Manager External Relation KPC mengatakan akan terus mendukung kualitas sumber daya masyarakat sekitar tambang, termasuk upaya untuk melahirkan pemimpin muda.

“Hal ini juga sejalan dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) KPC dalam bidang pengembangan pendidikan. Yakni kami ingin mencapai kualitas pemuda yang tinggi untuk mendorong peningkatan ekonomi pasca tambang,” bebernya.

Menurutnya, dalam bidang sumber daya manusia ini, KPC memiliki program pendidikan dan pelatihan khususnya bagi petani, pelaku UKM, peningkatan kualitas guru dan juga beasiswa.

Di kawasan Gedung MPR RI, Project Manager PMNSF 2019, Fadly Idris menuturkan kegiatan yang dihadiri oleh delegasi se Indonesia itu berawal dari sejumlah kegiatan nasional yang dia ikuti sebelumnya. Dengan landasan tersebut menjadi motivasi kuat dirinya mengusung kegiatan serupa.

“Saya senang bisa berpartisipasi dan ketemu sama teman luar daerah. Mengapa tidak, ini yang mendasari saya harus membuat kegiatan yang sama,” tandasnya.

Bahkan, lanjutnya dukungan mengucur dari berbagai pihak. Tak hanya pemerintah semata, namun beberapa elemen ia sebutkan. Lelaki 25 tahun itu menegaskan bahwa hal ini tidak berkaitan sama sekali dengan unsur politik. “Saya jamin, meski bersamaan dengan momen pemilu, hal ini tidak ada tendensi politik sama sekali,” tukasnya.

Di tempat terpisah, salah satu pemateri yang menginspirasi peserta, yaitu Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi membeberkan kebanggaannya pada seluruh peserta, terlebih yang meluangkan kedatangan dari jarak jauh.

“Saya merasa salut dengan PMNSF ini, dimana seluruh calon pemimpin Indonesia masa depan bisa belajar dan mengasah kemampuan disini,” terangnya.

Ia berharap para delegasi mampu mengimplementasikan rencana aksi di daerah masing-masing. Tak hanya itu, lelaki bersuku sunda ini menjabarkan kunci sukses pada pemuda daerah, yakni disiplin dan memiliki integritas.

“Pemuda mampu berkarya dan berprestasi dimanapun berada. Selain itu, pemuda harus bisa mendapat restu ibu sebagai pembuka pintu kesuksesan terbesar,” pungkasnya. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *