Anak Putus Sekolah Di TPA Batota Jadi Perhatian Penting

BUTUH PERHATIAN: Suasana di TPA Batota saat antri makan siang

teropongmedia.com Sangatta– Tempat pembuangan akhir (TPA) yang terletak di Jalan Poros Sangatta-Bengalon (Batota), menjadi sumber rejeki bagi 34 Kepala Keluarga (KK), yang terdiri dari 65 orang masyarakat di wilayah tersebut.

Sejumlah perhatian harus dikucurkan, terlebih di daerah itu terdapat belasan anak putus sekolah demi membantu perekonomian keluarga. Rata-rata dari mereka hanya mengenyam pendidikan sampai kelas dua dan tiga SD.

Salah satu perhatian itu tercurah dari Rumah Dhuafa Sangatta yang berkunjung ke lokasi untuk membuka dapur gratis Jumat Barokah kepada warga TPA.

“Ini yang perdana kami lakukan kegiatan untuk masyarakat sini,” ujarnya.

Belasan anak terpaksa putus sekolah, mereka rata-rata meraih pendidikan hanya ditaraf membaca dan berhitung. Hal ini menjadi alasan kuat pihaknya untuk mengadakan sekolah mingguan, bagi anak-anak di lokasi TPA Batota. Bahkan mencari tenaga pengajar terbaik menjadi gagasan terbaru. Hal itu dilontarkan oleh salah satu pengurus yang enggan disebut namanya.

“Inshaa Allah kami akan mengadakan sekolah mingguan bagi anak-anak TPA, nanti dicarikan tenaga pengajar terbaik untuk mereka, tidak ada yang tidak mungkin. Anak-anak adalah penerus bangsa, mereka layak mendapatkan pendidikan walaupun di daerah tersisih,” jelasnya wanita ini.

Dia juga berharap pemerintah melalui dinas terkait dapat membantu anak-anak TPA Batota untuk mendapatkan pendidikan yang layak. (Fys)

Penulis : Fitriani Yusuf
Editor : LRS

One thought on “Anak Putus Sekolah Di TPA Batota Jadi Perhatian Penting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *