Tujuh Kecamatan di Kutim Rawan Stunting Pertumbuhan Anak

STUNTING JADI PERHATIAN: Coffee morning yang membahas kasus tersebut

teropongmedia.com Sangatta– Terdapat 2.088 dari 33.194 anak di Kutai Timur alami stunting atau gangguan pertumbuhan tubuh. Dimana kondisi ini ditandai dengan tinggi badan seseorang jauh lebih pendek (kerdil) dibandingkan tinggi badan anak seusianya.

Salah satu penyebab utama stunting yakni kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah seribu hari kelahiran atau berusia dua tahun.

Stunting dapat merusak perkembangan otak anak. Perihal permasalahan stunting sudah menjadi sorotan pemerintah daerah sejak lama, oleh sebab itu pemerintah saat ini sangat fokus akan permasalahan yang terjadi.

Dinas Kesehatan Kutai Timur melalui puskesmas, posyandu bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, dan Tim Pengerak PKK terus memverifikasi seluruh anak dengan kasus itu.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kutim, Ardianto Herwandi menyatakan dari 18 kecamatan yang ada di Kutim, setiap kecamatan memiliki kasus stunting diatas standar yang ditetapkan WHO.

“Untuk Kecamatan Teluk Pandan memiliki tingkat prevalensi stunting 27,1 persen, tetapi kecamatan lainnya masih dibawah 20 persen,” jelasnya saat Coffee Morning, kemarin Senin (1/4).

Prevalensi stunting ialah bayi berusia di bawah lima tahun (balita). Indonesia sendiri pada 2015 terdata dengan 36,4% kasus. Artinya lebih dari sepertiga atau sekira 8,8 juta balita mengalami masalah gizi dimana tinggi badannya di bawah standar sesuai usianya. Stunting tersebut berada di atas ambang yang ditetapkan WHO sebesar 20 persen.

Meski demikian, ada tujuh kecamatan yang tingkat prevalensinya di atas prevalensi kabupaten yang berada di angka 8,60 persen. Yakni, kecamatan Bengalon, Kongbeng, Sangatta Selatan, Busang, Batu Ampar, Muara Bengkal dan Long Mesangat.

Tujuh kecamatan tersebut masuk kategori hati-hati. Apabila tidak dilakukan intervensi dan monitoring lanjutan, maka tujuh kecamatan ini akan semakin bertambah persentase stuntingnya. (Fys)

Penulis : Fitriani Yusuf
Editor : LRS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *