Terkendala Pembebasan Lahan, Jembatan Sangut-Sangsel Mangkrak

Kasi Perencanaan Teknis DPU Kutim, Asran Lode

teropongmedia.com Sangatta– Rencana pembangunan jembatan penghubung Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan saat ini masih belum menuai hasil. Kegiatan multiyears yang direncanakan sejak tahun lalu itu nampaknya masih blunderb dengan permasalahan pembebasan lahan.

Kasi Perencanaan Teknis Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutim, Asran Lode yang ditemui beberapa waktu lalu, mengatakan jika proses pembangunan jembatan yang diidamkan sejak lama itu, masih dalam tahap negosiasi dengan pemilik lahan.

“Harga yang ditawarkan oleh konsultan tim afrisal dinilai terlalu rendah untuk bangunan warga, harga ditawarkan Rp.100 juta perbangunan warga menolak harga itu,” jelasnya Kamis (4/4).

Tak hanya soal lahan, Asran juga menjelaskan jika pemilik ponton penyebrangan pun meminta ganti rugi kepada pemerintah dengan harga yang cukup fantastis yakni Rp.1 milliar perponton.

“Pemilik ponton juga minta ganti rugi Rp.1 milliar perpontonnya, karena bagi mereka jika jembatan sudah terbangun maka mata pencaharian mereka terputus,” tambahnya.

Untuk diketahui, sekira tujuh bangunan rumah yang akan terkena gusuran, enam rumah di Sangatta Utara dan satu unit di Sangatta Selatan. Dengan harga yang telah ditentukan dari pusat, namun saat ini Dinas Pekerja Umum masih mencari jalan tengah untuk warga, agar mendapatkan nilai ganti rugi lebih dari Rp.100 juta perumahnya.

“Kami masih mencari solusi agar harga ganti rugi bisa lebih tinggi, kalau soal tanah memang tidak ada harganya karena itu lahan bantaran sungai yang sebenarnya tidak boleh untuk mendirikan rumah, minimal jarak bangunan dari bibir sungai 50 meter jauhnya,” tutupnya. (Fys)

Penulis: Fitriani Yusuf
Editor : LRS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *