Galakkan Operasi Bibir Sumbing, Bupati Sanjung PT.KPC

UNTUK MASYARAKAT: Bupati Kutim, Ismunandar saat menyampaikan sambutannya

SANGATTA – Mendapat kesempatan emas, tidak disia-siakan oleh RSUD Kudungga Sangatta. Sebab kali pertama dipercaya untuk menjadi tempat operasi bibir sumbing yang digalakkan oleh PT. Kaltim Prima Coal (KPC).

Perusahaan tambang batubara terbesar ini tak tanggung-tanggung, bermitra dengan Smile Train untuk menggelar bhakti sosial rutinan CSR.

Tujuan diadakannya kegiatan ini, yakni berupaya untuk mengembangkan bidang kesehatan masyarakat. Selain itu, sekaligus dirangkai dengan perayaan HUT KPC ke 37 di 2019 ini.

Dikatakan oleh Manager Community Empowerment PT.KPC, Yuliana Datubua, bahwa hingga saat ini telah terdaftar calon pasien sebanyak 32 orang. Kondisi terakhir, mereka menginap di Wisma Prima PT.KPC.

“Mereka diinapkan disana untuk memudahkan tim medis dalam proses operasinya,” ujarnya dalam sambutan di Hotel Royal Victoria Sangatta Utara, pada Kamis (25/4).

Menjalin kerjasama dengan tim dokter Interplast, Australia dan New Zealand. Kegiatan bersama tim Interplast telah berlangsung sejak tahun 1993 silam.

Hal serupa dijelaskan oleh GM External Affairs and Sustainable Development PT KPC, Wawan Setiawan. Mengatakan sejak 1993 silam, hingga saat ini, jumlah pasien yang telah dioperasi sebanyak 1.373 penderita. Kini mereka telah kembali menjalani kehidupan yang normal dan produktif.

“Kami harapkan kegiatan kali juga berjalan sukses sehingga pasien bisa menatap masa depan yang lebih cemerlang,” ungakpnya

Di tempat yang sama, Bupati Kutim, Ismunandar mengucapkan terimakasih pada perusahaan tersebut. Mengingat hal seperti ini menjadi skala prioritas untuk membantu meringankan masyarakat yang membutuhkan.

Di Kutim sendiri, khusus yang terlahir dengan kondisi bibir sumbing tegolong cukup banyak. Sehingga dirinya berharap anak-anak yang terlahir sedemikian rupa, dapat meraih kesempatan untuk hidup seutuhnya dan lebih produktif, untuk mendapatkan senyum dan hidup baru menjalani kehidupan normal yang bahagia, selayaknya orang-orang pada umumnya.

“Luasan Kutim ini lebih besar dari Jawa Barat, transport daratnya juga lebih sulit ditempuh. Jadi harus disyukuri kalau ada perusahaan yang berinisiatif untuk memberdayakan masyarakat,” tutupnya. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *