Bawaslu Tindak Tegas Tiga Kasus Kecurangan Pemilu

TEMUAN KASUS: Komisioner Bawaslu Bagian Penindakan dan Pengawasan Budi Wibowo saat menggelar press rilis pada media

teropongmedia.com Sangatta– Komisioner Penindakan dan Pengawasan Bawaslu Kutim, Budi Wibowo mengatakan saat ini tengah mendalami tiga kasus kecurangan saat pemilu 17 April lalu. Terdapat dua kecurangan yang terjadi di TPS 39 dan 66 Sangatta Utara dan satu pelanggaran money politik di Desa Sangkima Sangatta Selatan.

Menurut Budi, kejadian di TPS 39 dan 66 yang berperan adalah pemain lama, dimana sebelumnya sudah melakukan tindakan pencoblosan lebih dari satu TPS pada 2014 silam.

“Pada saat kami mintai keterangan, terduga mengaku sudah lama melakoni hal tersebut, bahkan dilakukan sejak 2014. Pada tahun itu AA dan YR mencoblos sembilan hingga 10 kali. Alasannya karena faktor uang dan memang mendukung keluarganya,” jelasnya.

Satu terduga berasal dari Desa Bengalon (AA) dan satunya warga Sangatta Utara (YR). Mereka sudah dikenai wajib lapor. Namun terduga AA masih enggan melakukan wajib lapor.

“Saat ini sudah kami kenakan wajib lapor, tapi tidak datang-datang. Kalau begitu terus akan kami jadikan daftar pencarian orang (DPO),” tegasnya.

Sedangkan untuk pelanggaran politik uang di Desa Sangkima yang dilakukan oleh Caleg DPR RI, ia berdalih memberikan uang sebesar Rp.50 ribu kepada 20 orang ibu-ibu pengajian dengan alasan untuk memfasilitasi konsumsi.

“Kasus politik uang ini katanya untuk konsumsi, padahal jelas saat memberikan uang ada foto caleg tersebut yang diselipkan, serta memberikan kaos juga, jelas itu pelanggaran. Pekan depan akan kami undang untuk klarifikasi perihal tersebut,” tutupnya. (Fys)

Penulis : Fitriani Yusuf
Editor : LRS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *