Terima Aspirasi Ribuan Buruh, DPRD Meminta Maaf

HADAPI BURUH: Wakil I DPRD Kutim Yulianus Palangiran saat menghadapi aksi demo ribuan buruh pada Mayday

teropongmedia.com Sangatta– Hari Buruh Internasional 1 Mei kemarin ditandai dengan aksi demo. Sebanyak 1500 buruh dari berbagai kalangan dan organisasi masyarakat mendatangi Gedung DPRD dan Kantor Bupati Kutai Timur di Kawasan Bukit Pelangi (1/5).

Dalam demonya ribuan buruh melayangkan 13 tuntutan kerja. Terutama menuntut memberikan kejelasan perihal PHK sepihak yang dilakukan oleh PT Anugerah Energitama (PT. AE) kepada 400 karyawannya pada bulan lalu.

Koordinator lapangan, Bernadus A Pong, Ridwan dan Protus Donatus Kia, dalam orasinya juga sempat menyinggung soal PHK besar-besaran yang dilakukan PT Anugerah Energitama, belum lama ini. Masalah tersebut hingga kini belum selesai.

“Segera berikan kejelasan nasib para buruh yang di PHK oleh PT.AE, mereka punya keluarga yang harus dibiayai,” terangnya.

Dikesempatan yang sama, Wakil l DPRD Kutim, Yulianus Palangiran mengaku sangat tidak setuju atas keputusan yang dibuat oleh pihak perusahaan kepada kaum buruh.

“Saya tidak setuju karena tidak ada penyelesaian yang akurat bagi para buruh yang di PHK oleh PT AE. Juga untuk serikat buruh agar bersabar karena kami baru saja usai melakukan pesta demokrasi, setelah ini akan kami buatkan jadwal untuk pertemuan antar serikat buruh dan pihak perusahaan tambang maupun perkebunan,” terangnya.

Lebih lanjut, Yulianus pun tanpa sungkan meminta maaf dan mengakui kinerja para anggota DPRD yang belum maksimal dimasa kepemimpinan lima tahun sebelumnya.

“Kami sudah bosan dengan kasus ini-ini saja, tanpa mengurangi rasa hormat dan mohon maaf, kami anggota dewan belum maksimal dalam menjalankan tugas dan fungsinya, dan persoalan ini saya tidak akan tinggal diam, DPRD akan tetap perjuangkan nasib kaum buruh di Kutim,” tegasnya dihadapan ribuan buruh.

Hari buruh internasional yang mengusung tema “Meningkatkan Kesejahteraan Buruh Dan Keluarganya” nampaknya belum sepenuhnya terlaksana. Pasalnya masih banyaknya sistem Outsourching sektor pertambangan dan Buruh Harian Lepas (BHL) perkebunan sawit yang tidak mensejahterakan buruh. (Fys)

Penulis : Fitriani Yusuf
Editor : LRS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *