Kucurkan Dana PKH Secara Offline, Risiko Besar Menanti

PKH: Koordinator PKH Dinsos Kutim, Agustina

SANGATTA – Memberikan kucuran dana Penerima Keluarga Harapan (PKH) secara offline miliki risiko yang terbilang tinggi. Pasalnya pengantaran dana secara langsung yang dilakukan oleh pihak Bank Mandiri yang bekerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) harus datang ke sejumlah kecamatan.

Menurut Koordinator PKH Kemensos melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kutim, Agustina mengaku tingkat kekhawatiran sangat tinggi dan berisiko besar.

“Pihak Bank harus turun langsung mengantarkan dana tersebut dengan membawa sejumlah uang yang tidak sedikit, tentu kita khawatir tindak kejahatan,” ungkapnya, saat disambangi belum lama ini.

Namun untuk mengatasi itu, Kemensos melalui Dinsos Kutim sudah melakukan kerja sama dan tanda tangan (MoU) dengan Polres Kutim.

“Sebelumnya tidak ada kerja sama. Namun sejak 2019 kami bersama tim sudah ada MoU, kerja sama dengan kepolisian untuk menyalurkan dana secara offline maupun online,” tuturnya.

Hal itu untuk mengantisipasi masalah-masalah bagi masyarakat yang membutuhkan Bantuan sosial (Bansos). Seperti, Penerima Keluarga Harapan (PKH) dan Beras Sejahtera (Rastra). (Fys)

Penulis : Fitriani Yusuf
Editor : LRS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *