Kembali Mangkir, Mahyunadi Turunkan Tim Panja Usut Kasus PHK PT.AE

Foto Ketua DPRD Kutim Mahyunadi saat rapat hearing

teropongmedia.com Sangatta– Rapat dengar pendapatan Hearing kedua PT.Anugerah Energitama tak tuntas, hal itu disebabkan kembali mangkirnya pihak perusahaan.

Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi mengaku akan menurunkan tim Panitia Kerja (Panja) Komisi D untuk mengusut tuntas permasalahan PHK sepihak.

“Saya akan minta ke Komisi D agar turun ke lapangan dan juga untuk lebih proaktif, menindak lanjuti kemelut yang ada, saya juga akan kembali melayangkan surat ke pihak perusahaan dan Disnakertrans, karena kesepahaman ini tidak didengar oleh mereka yang bersangkutan,” terangnya.

Menurut Uce Prasetyo yang membidangi Komisi D DPRD Kutim, menyatakan sikap buruh sudah benar, terlebih apa yang menjadi tuntutan pada perusahaan dianggap masih dalam batas normal. Baginya jika perusahaan berkeadilan maka buruh pun akan berkeadilan pula.

“Apa yang dituntut buruh kan itu hak normatif wajar jika dipenuhi, mogoknya mereka pun mogok yang sah, PHK nya yang tidak sah, karena kalau dilihat dari pasal 150-155 untuk PHK yang tidak disepakati oleh PHI maka itu gagal dimata hukum, apa yang diputuskan perusahaan itu tidak legal,” jelasnya.

Kendati demikian, DPRD Kutim berharap agar pihak Disnakertrans Provinsi selaku pengawas segera mengeluarkan nota kesepahaman antar buruh dan perusahaan. Terlebih untuk permasalahan pengosongan barak oleh buruh, bagi Mahyunadi itu kesalahan besar karena masalah ini masih berstatus QUO (Keadaan tetap sebagaimana keadaan sekarang atau sebagaimana keadaan sebelumnya).

“Dalam rapat pihak perusahaan kembali tidak hadir bahkan pengawas pun tidak ada juga, padahal Disnakertrans Provinsi sudah berjanji akan mengeluarkan nota kesepahaman atas masalah ini, dan untuk pengosongan barak, perusahaan tidak wajib menyuruh itu masih hak mereka (buruh) karena hak buruh belum diberikan oleh PT AE,” tukasnya. (Fys)

Penulis : Fitriani Yusuf
Editor : LRS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *