Capai Target, Pertamina Field Sangatta Syukuran Bersama Panti

PERTAMINA BERSYUKUR: Bupati Kutim, Ismunandar saat menyampaikan sambutan

SANGATTA – Mencapainya target produksi PT.Pertamina EP Asset 5 (PEP Asset 5) mengadakan syukuran sumur ST-194, dengan memberikan bantuan kepada panti asuhan Raudhatul Jannah.

Sejumlah Rp 10 juta dan melaksanakan buka puasa bersama di lokasi sumur menjadi rangkaiannya. Dalam acara syukuran turut mengundang Bupati Kutim dan muspika Sangatta Selatan.

Acara tersebut diawali dengan safety briefing dan penjelasan singkat tentang sumur ST-194, dilanjutkan penyerahan bantuan yang diserahkan oleh Asset 5 General Manager, Irwan Zuhri dan Bupati Kutim kepada pengurus panti asuhan Raudhatul Jannah.

Bupati Kutim, Ismunandar menyampaikan, adanya sumur Pertamina sangat berimbas baik pada daerah. Dari 70 sumur, menurutnya, satu sumur ini telah mendongkrak pendapatan daerah. Sehingga hal ini bisa meningkatkan dana bagi hasil (DBH) bagi Kutim.

“Kita berdoa, semoga sumur baru bisa kembali mendongkrak dan mampu mencapai target,” katanya.

Menemukan cadangan minyak bumi dengan jumlah signifikan melalui pengeboran sumur ST-194. Berdasarkan data 29 Mei 2019, minyak yang dihasilkan sebesar 925 barrel oil per day (BOPD) dan gas sebesar 0,279 million standard cubic feet per day (MMSCFD). Terletak di Desa Sangatta Selatan, Kabupaten Kutim, sumur ST-194 dibor hingga kedalaman 1.725 meter. Namun produksi minyak dan gas bersumber dari lapisan di kedalaman 1.089-1.091 meter. Tajak sumur dilaksanakan pada 26 April 2019 di lokasi seluas 28.800 M2, oleh rig PT. Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI) D700M/10,2.

Asset 5 Exploitation Senior Manager, Krisna mengaku gembira atas pencapaian produksi ini. “Produksi minyak dari sumur ST-194 ini berkisar di angka 925 BOPD, separuh lebih dari angka produksi lapangan Sangatta saat ini. Penambahan produksi baru dari satu sumur saja. Kami optimis bahwa pengembangan lapangan Sangatta ke depannya akan menemukan reservoir-reservoir yang potensial,” ujarnya.

Menurutnya, terakhir kali pihaknya melakukan pemboran di Sangatta pada 2014 silam. Lapangan Sangatta berada di wilayah taman nasional, sehingga proses perizinannya membutuhkan waktu yang sangat lama.

“Namun, kondisi ini tidak membuat kami menyerah. Kami fokus kepada pengembangan lapangan-lapangan tua atau brown field, melalui program optimasi sumur dan pemboran agar produksi Sangatta bisa growth. Di samping itu, koordinasi antar fungsi juga terjalin baik sehingga perencanaan dan eksekusi program on schedule. Dengan adanya kerja sama dengan Balai Taman Nasional Kutai (TNK) sejak 2018, kami optimis dapat meningkatkan produksi lapangan ini,” tambah Krisna.

Asset 5 General Manager, Irwan Zuhri menyampaikan bahwa pemboran sumur ST-194 merupakan salah satu kisah sukses di Asset 5.

“Tantangannya cukup kompleks. Salah satunya karena wilayah kerja lapangan Sangatta berada di wilayah Balai TNK. Namun, melalui kerja sama dan koordinasi yang intens, kami dapat menggandeng mereka untuk melaksanakan optimalisasi pemanfaatan kawasan hutan dan dituangkan di dalam perjanjian kerja sama selama 2018-2027,” jelasnya.

Irwan menambahkan bahwa kunci keberhasilan pemboran terletak kepada perencanaan yang baik, kerjasama antar fungsi, serta berdoa dan berderma. “Mulai dari interpretasi data bawah tanah, penyiapan lokasi pengeboran, hingga eksekusi, kami selalu intens berkoordinasi sehingga pelaksanaan pemboran dapat berlangsung tepat waktu. Di sela-sela kesibukan, kami tidak lupa mensyukuri segala limpah nikmat yang diberikan Allah SWT melalui kegiatan syukuran maupun berdonasi kepada anak-anak yatim piatu dan kaum duafa. Inshaallah, PEP Asset 5 selalu diberikan keselamatan dan keberhasilan,” ungkap Irwan.

Di tempat yang sama, Sangatta Field Manager, Jemy Oktavianto menyampaikan bahwa kerja sama Pertamina EP dengan TNK, salah satunya meliputi kerja sama program pengembangan masyarakat.

“Kami turut memberikan kontribusi dalam pengembangan TNK melalui program-program CSR. Diantaranya melalui program pembangunan sarana-prasarana, konservasi lingkungan, dan capacity building masyarakat sesuai potensi lokal. Baru-baru ini kami meresmikan laboratorium komputer beserta kelengkapannya di Sangatta, untuk menunjang pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Alhamdullilah bermanfaat bagi pengembangan pendidikan di Sangatta,” ujar Jemy.

Pertamina EP (PEP) merupakan anak perusahaan hulu Pertamina (Persero) yang bertugas mengusahakan kebutuhan energi nasional, khususnya minyak dan gas bumi (migas). Melalui PEP Asset 5, PEP mengeksplorasi dan memproduksi migas dari bumi Kalimantan. PEP Asset 5 mengelola lima lapangan migas di Kalimantan, yaitu lapangan Sanga-Sanga dan Sangatta (Kalimantan Timur), lapangan Bunyu dan Tarakan (Kalimantan Utara), dan lapangan Tanjung (Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah). Berdasarkan data April 2019, produksi minyak mentah (YTD) PEP Asset 5 berkisar pada angka 17.770 barrel oil per day (BOPD) dari target 18.344 BOPD, atau realisasi 96,9% dari target. Sedangkan produksi gas bumi (YTD) berkisar pada angka 11,74 million standard cubic feet per day (MMSCFD) dari target 15,37 MMSCFD, atau realisasi 76,4% dari target.

Data produksi minyak (YTD) lapangan Sangatta sendiri berada di angka 1.736 BOPD dari target 1.698 BOPD, atau realisasi 102,3% dari target. Sedangkan produksi gas bumi (YTD) berada di angka 1,08 MMSCFD dari target 0,51 MMSCFD, atau realisasi 211,2% dari target. Kontribusi minyak lapangan Sangatta sebesar 9,8% dari produksi PEP Asset 5. Sedangkan kontribusi gas bumi sebesar 9,2% dari produksi PEP Asset 5. Dengan adanya penambahan produksi sebesar 925 BOPD dari sumur ST-194, maka kontribusi produksi lapangan Sangatta terhadap PEP Asset 5 berpotensi meningkat menjadi 15% untuk minyak dan 11,6% untuk gas. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *