Diduga Terindikasi Kebocoran, Razia Pekat Dihentikan

DIRAZIA: Kepala Satpol PP Kutim Didi Herdiansyah saat merazia THM

teropongmedia.com Sangatta– Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kutai Timur (Kutim) melakukan rajia penyakit masyarakat (Pekat) pada Selasa malam (12/6), dimulai sekira pukul 21.00 Wita, bersama Polres Kutim, Pomad dan Poma timl menyisir beberapa titik penginapan di Sangatta.

Namun disayangkan razia harus terhenti di pada 23.00 karena diduga adanya indikasi kebocoran informasi kepada penghuni penginapan atau hotel.

Dikatakan Kepala Satpol PP Kutim, Didi Herdiansyah, ada sembilan penginapan atau hotel yang menjadi sasaran pemeriksaan, namun hanya empat yang sempat terjaring.

“Harusnya malam ini ada sembilan tempat, namun karena informasi bocor, kami hentikan saja, percuma jika dilanjutkan, penghuninya sudah pada kabur” bebernya.

Kendati demikian, Didi tetap akan menertibkan penghuni kos-kosan dan penginapan, dikhawatirkan akan banyak pasangan mesum berladang ditempat-tempat tersebut.

“Yang namanya penyakit masyarakat harus dibersihkan, ini juga program rutin kami yang tergabung dalam gerakan 1 Mei. Razia pekat ini akan dirutinkan setiap tiga bulan sekali,” ungkapnya.

Selain razia pekat, Satpol PP juga merajia memeriksa usaha penginapan dan hotel yang sudah lama beroperasi. Menurut Didi cukup banyak yang masih belum memiliki izin resmi, bahkan ada mayoritas tidak memperpanjang izin usahanya.

“Terdapat 23 penginapana atau hotel yang tidak memiliki izin, dan sembilan yang izinnya sudah kedaluwarsa, tapi itu bukan kewenangan kami, Satpol PP sebatas memberi peringatan saja pada pemilik usaha,” tukasnya.

Penulis : Fitriani Yusuf
Editor : LRS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *