Ratusan Mahasiswa KKN di Sandaran, Diharap Mampu Berperan Aktif

SANGATTA – Kecamatan Sandaran merupakan daerah terjauh di Kabupaten Kutai Timur, banyak kekurangan di daerah tersebut yang berbeda dari Sangatta. Seperti akses jalan, jaringan telepon, hingga tata kota yang belum maksimal, membuat Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) mengirimkan 132 orang untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN), selama satu bulan setengah.

Hal ini juga merupakan kali pertama STIPER melaksanakan KKN di Kecamatan tersebut.

Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang menaruh harapan besar pada ratusan mahasiswa itu. Ia menginginkan seluruh peserta dapat berbaur dan menjadi motivator warga di kecamatan itu.

“Mereka harus betah dulu, kalau betah pasti bisa berfikir apa yang harus dilakukan, kan sudah besar semua, pasti ngertilah bagaimana cara mengabdi pada masyarakat,” jelasnya saat diwawancarai di gedung rektorat STIPER pada Selasa (9/7).

Ia mengimbau pada mahasiswa untuk melakukan inventarisasi mengenai perbaikan yang di apa yang sudah diserap selama pelaksanaan KKN agar dapat diterapkan penuh dengan masyarakat di Sandaran, bahkan mampu membawa perubahan untuk Kutim.

“Kerjasama dengan perangkat desa membuat sebuah program yang bisa menjadi gebrakan baru dan menjadi percontohan bagi pemerintahan desa. Apa saja yang bisa dibangun di kecamatan Sandaran dan bisa dilaporkan ke pemerintah,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Rektor STIPER Kutim, Prof. Juraemi menceritakan alasan memilih Sandaran untuk kali pertamanya dilaksanakan KKN. Dari ratusan mahasiswa, menurutnya akan disebar di tujuh desa dari sembilan yang ada di kecamatan itu.

“Kalau mahasiswa ini tau kondisi disana sesulit apa, mereka akan berfikir dan merasa memiliki. Maka suatu saat mereka faham bagaimana membangun daerah,” katanya.

Meski ada dua desa yang tidak dapat dijangkau, karena memang dinyatakan berbahaya, tak menyurutkan semangat mahasiswa untuk mengabdi di tempat yang ada. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *