Tekan Kenakalan Remaja, KKN 45 Unmul Ajak Warga Sangatta Selatan ‘NGELEM’

SANGATTA – Sebagai upaya untuk menekan angka kenakalan remaja di Kutim, khususnya Sangatta Selatan, beragam upaya dilakukan. Sebab hal ini bersifat sangat bahaya.Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma dalam masyarakat, pelanggaran status, maupun pelanggaran terhadap hukum pidana. Pelanggaran status seperti halnya kabur dari rumah, membolos sekolah, merokok, minum-minuman keras, balapan liar, bahkan fatalnya sampai menyalahgunakan narkoba.Beberapa sebab memengaruhi hal itu, seperti pola asuh yang 100 persen membela anak berisiko menyebabkan mereka tumbuh tanpa mengenal tanggung jawab. Mereka merasa bebas melakukan apa pun tanpa perlu menaati aturan. Bila ada masalah mereka memilih cuci tangan dengan melaporkannya pada orang tua.Padahal pada kenyataannya, setiap aspek dalam kehidupan ada aturannya masing-masing. Setiap perbuatan pasti diiringi tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Anak yang belajar hal tersebut sejak dini bisa memiliki karakter lebih baik ketika dewasa.Maka dari itu, mengedukasi bukan hanya tugas orangtua dan guru disekolah, sebagai upaya mengimplementasikan Tri Dharma, Mahasiswa KKN 45 Universitas Mulawarman menggelar kegiatan ‘Ngelem’, atau Lingkar Etam Mengasah.Dijabarkan oleh Ketua KKN 45 Unmul yang mengabdi di Kutim, Alven Sinta Kristian, mengatakan tujuan kegiatan ini yakni untuk memberi arahan pada anak dan remaja, agar tidak mudah terpengaruh oleh hal negatif.”Kegiatan murni ide yang tercetus saat kami melakukan observasi di masyarakat. Mendapat laporan dari salah satu ketua RT di Sangatta Selatan, ternyata kenakalan remaja merupakan kasus terbanyak. Makanya kami berinisiatif membuat LEM,” ujarnya saat disambangi usai kegiatan.Kegiatan diskusi ini nampak berdinamika saat dihadiri sejumlah elemen, seperti rekan-rekan BEM STAIS, aktivis literasi Rumah Kebun Squad, Karang Taruna Tunas Muda, SMKN 1 Sangatta Utara, dan SMK Pelayaran Sangatta Utara.Senada, salah satu anggota KKN 45 Unmul, Alma Oktavia menjelaskan tujuh program yang menjadi keunggulan untuk pihaknya menyentuh masyarakat, juga sebagai bahan untuk ‘LEM’, yakni mengedukasi tentang minat kuliah, tata cara penulisan, teater, seks edukasi, lingkungan, ekonomi kreatif, dan publik speeking.”Karena kami berlima berbeda jurusan, jadi menyatukan program yang berkaitan dari studi masing-masing. Semoga bisa bermanfaat untuk warga,” harapnya. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *