Pajak ke Pusat, Bisnis Waralaba Tak Untungkan Kutim

SANGATTA – Menjamurnya minimarket waralaba di sejumlah kecamatan di Kutim, seperti Sangatta, Teluk Pandan dan Bengalon tidak menambah pajak pemghasilan untuk daerah.

Sebab, pajak yang dibayarkan waralaba tersebut langsung diterima oleh pusat. Sehingga, meskipun banyak berdiri di Kutim, tak ada yang bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal ini jelas tidak sebanding dengan penerimaan pajak daerah. Sehingga, hasilnya sangat minim sekali dalam membantu membangun, seperti kegunaan pajak lainnya.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutim, Musyaffa mengakui banyaknya waralaba yang berdiri membuat pihaknya hanya bisa memantau, pasalnya, Bapenda hanya boleh memungut pajak dari reklame yang terpajang di halaman minimarket tersebut.

“Kalau pajak reklamenya kita dapat. Tapi kalau pajak penghasilan (PPh), itu langsung ke pusat,” jelasnya pada awak media belum lama ini.

Berbeda halnya jika waralaba tersebut membuka kedai, kafe atau restauran di tempat usahanya, maka Bapenda berhak memungut pajak dari usaha tambahannya itu.

“Kami tidak boleh asal pungut, karena waralaba itu bayarnya ke pusat. Kecuali mereka punya usaha tambahan, barulah kami bisa pungut pajaknya dari usaha tambahan itu,” jabarnya. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *