Gandeng Stakeholder, Kutim Cegah Karhutla

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ismunandar akan mengajak seluruh stakeholder untuk membahas pencegahan Karhutla.

Menurutnya, Kutim termasuk daerah yang sangat diwaspadai. Sehingga segala aspek harus disiapkan sematang mungkin.

“Dari awal harus kita siapkan. Jangan sampai sudah kejadian baru kewalahan,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Asisten 2 Pemkab Kutim, Rupiansyah. Dia mengatakan karhutla harus dicegah. Dirinya sepakat untuk mengundang stakeholder, terlebih perusahaan sawit yang ada di pedalaman.

“Untuk mencegah, kita harus bekerjasama dengan semua pihak. Termasuk elemen yang ada di kecamatan-kecamatan,” tuturnya.

Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengantisipasi musim kemarau panjang, untuk itu pihaknya menyiapkan 28 personel yang siaga di posko induk di kantor BPBD.

Dikatakan oleh Sekretaris BPBD Kutim, Sri Agung Mikael. Dia menuturkan beberapa hari lalu sempat terjadi kebakaran di Kecamatan Teluk Pandan akibat kondisi kuaca sudah mulai kemarau dan kekeringan yang menjadi pemicu terjadinya kebakaran.

“Awal Agustus ini kami mulai aktifkan kembali posko penjagaan untuk antisipasi kebakaran hutan dan lahan. Sementara masih intens di wilayah terdekat sekitar perkotaan dan membentuk tim untuk wilayah kecamatan masing-masing,” kata dia.

Berdasarkan hasil monitoring informasi kondisi cuaca yang awalnya berada di titik biru sekarang sudah mulai masuk di titik merah yang menandakan kondisi saat ini perlu diantisipasi dengan terus mensiagakan petugas yang siap terjun di lapangan.

“Hasil pantauan mulai awal Januari hingga Juni titik terbanyak yang terjadi kebakaran di Kecamatan Kongbeng di Desa Miau Baru. Pantauan kami kebakaran terjadi disebabkan adanya pelebaran lahan. Titik lainnya selalu diantisipasi di Kecamatan Muara Bengkal dan Muara Wahau,” tuturnya. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *