Tingkatkan Mutu Pendidikan, Disdik Gandeng PT. Indexim Beri Pelatihan Guru

SANGATTA – Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kutai Timur, Dinas Pendidikan mengajak PT.Indexim Coalindo untuk memberi pelatihan bagi 50 guru dari 25 sekolah di Kecamatan Kaliorang, Kaubun dan Karangan.

Sejumlah materi disampaikan oleh Prof.Dr.Drs.H.Tatang Herman,.M.Ed dan Dr. Muslim.M.Pd dar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI Bandung).

Plt. Kadisdik Kutim, Roma Malau menuturkan minimnya minat guru untuk membuat karya ilmiah disebabkan tidak adanya bimbingan dan arahan. Atas dasar itu, ia mencoba merangkul guru untuk diberi arahan agar mutu tenaga pengajar meningkat. Hal itu dilakukannya sejak 2017 lalu.

“Saya menggandeng perusahaan yang dekat dengan Kaliorang, Kaubun dan Karangan, yakni PT. Indexcim. Akhirnya mereka memberi pelatihan ini. Karena miris, ada guru yang tidak faham membuat karya ilmiah dan 12 tahun tidak bisa naik pangkat,” ungkapnya dalam workshop pendidikan pada Rabu (21/8).

Dirinya berharap perusahaan lain dapat mencontoh dan memberi bantuan untuk membangun pendidikan di Kutim. Pasalnya setelah membuat karya tulis, masih ada mekanisme lain yang menjadi kendala, yakni belum adanya jurnal dari guru.

“Semoga tidak hanya pelatihan tapi juga pembangunan bantuan labortorium untuk anak-anak di pedalaman bisa terealisasi,” harapnya.

Seperti yang diungkapkan oleh Prof.Dr.Drs Tatang Herman. M .Ed, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung saat menyambangi Sangatta pada Rabu (21/8). Menurutnya, produktivitas guru untuk menulis masih sangat rendah.

“Permasalahan guru itu banyak kesulitan untuk naik jenjang karir karena kesusahan membuat karya tulis ilmiah,” katanya saat diwawancarai.

Kepala Departemen CSR PT.Indexim Coalindo, Yakobus Stefanus Muda berharap agar kualitas tenaga pendidik di Kutim, lebih maju. Maka dari itu pihaknya bersedia memberi pelatihan.

“Ini tugas dan tanggung jawab perusahaan, salah satu parameternya itu meningkatkan kualitas guru yang ada di sekitar kami. Harapannya mampu membuat karya tulis ilmiah.
Nanti akan kami lombakan dan mereka wajib selain peserta umum,” ungkapnya. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *