Alat Setrum Ikan Masih Marak di Kutim

SANGATTA – Penggunaan alat setrum ikan masih marak dilakukan sejumlah warga di Kutai Timur. Hal itu terus dilakukan karena lantaran tidak adanya larangan yang mengatur.

Bahkan alat tersebut sempat membuat satu anak lelaki di Sangatta Selatan menjadi korban jiwa. Alat penjebak ikan itu rupanya menempel pada tubuh anak berusia 10 tahun pada Juli lalu.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Dinas Kelautan Kutim, Idris Syam mengatakan pelarangan menggunakan alat penyetruman ikan belum memiliki Perbup di Kutim. Sehingga pihaknya hanya mengadopsi peraturan pusat.

Aturan itu tertuang dalam Undang-Undang Nomor 45 tahun 2009, merurut dari perubahan Undang-Undang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan. Hal itu berisi ancaman lima tahun penjara dan denda maksimal Rp 2 miliar.

“Memang masih sering ditemui penyetrum ikan. Padahal kami sosialisasi sejak 2018. Apalagi di Kecamatan Muara Bengkal. Saya malah kaget kalau di Sangatta ada korban juga,” jelasnya.

Pihaknya mengaku akan berupaya menekan angka penyetruman ikan, dengan kembali menggalakan sosialisasi di 18 kecamatan se Kutim. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *