Sangatta Mulai Marak Taksi Online

SANGATTA – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kutim menilai hadirnya taksi online di Sangatta dianggap belum pas. Sebab, hal ini dapat menjadi pesaing angkutan konvensional.

Ketua DPC Organda Kutim, Abdul Haris mengatakan taksi online belum bisa diterapkan di Sangatta. Beberapa hal menjadi pertimbangan. Apalagi kaitannya berpengaruh dengan pendapatan.

“Kalau ada mereka, pendapatan kami pasti turun drastis. Warga Sangatta juga sudah banyak punya kendaraan pribadi, ditambah ada online, kami yang hancur,” katanya.

Dari 82 angkot yang terdata di Sangatta, hanya 60 unit yang aktif. Puluhan lainnya enggan berkeliling mencari penumpang. Pasalnya hanya menghabiskan bahan bakar, sebab tidak ada penumpang.

“Menurut kami di organda memang belum bisa ada taksi online di Sangatta. Kota kita masih terbatas, bandara belum ada, pelabuhan juga sama, akses dalam kota belum baik pula,” tandasnya.

Tidak diminatinya angkutan kota menjadi kendala bagi sejumlah supir. Dimana mata pencaharian pihaknya semakin terkikis. Dirinya sangat memberatkan pada taksi onlne yang tidak resmi dan menekan pendapatan mereka.

“Anak sekolah sekarang kena pembatasan zona, Sangatta Baru tidak ada lagi. Itu saja sudah mengurangi pendapatan, apalagi ada online,” jelasnya.

Menurutnya, ia telah mendapatkan sejumlah data pertumbuhan kendaraan pribadi di Sangatta yang dapat menyingkirkan adanya angkot. Dimana showroom dan dealer bisa mengeluarkan 300 mobil dan motor 2000 pertahun.

“Kendaraan pribadi saja sudah melemahkan. Banyak yang perlu dikaji, kalau memang taksi online dibutuhkan silahkan saja. Tapi kalau tidak ya jangan,” tegasnya.

Kabid Darat Dishub Kutim, Failu mengatakan pihaknya akan segera mencari tahu keberadaan pengelola taksi online. Guna mengadakan mediasi.

“Kami akan survey siapa orangnya, ini susah memang. Kalau kami dapat, nanti disurati terus panggil lagi ke dinas koperasi,” katanya.

Untuk itu, angkot yang ada di Sangatta harus melakukan peremajaan. Hal itu bertujuan untuk membentuk koperasi baru. Karena yang lama sudah vakum. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *