Foto upaya pemadaman api dilahan gambut wilayah Kenyamukan

Kabut Asap Mulai Kepung Kabupaten Kutim

teropongmedia.com Sangatta– Langit Kabupaten Kutai Timur (Kutim) saat ini mulai dipenuhi asap, tak hanya Kota Sangatta tetapi daerah Kutim lainnya pun berdampak kabut asap.

Berdasarkan BMKG kabut asap berasal dari Kabupaten Kutim dan Berau, dikarenakan Kutim juga Berau memiliki hamparan hutan dan lahan gambut yang terbentang luas, terlebih memasuki kemarau rawan akan musibah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Sebelumnya beberapa waktu lalu, Bupati Kutim Ismunandar berkesempatan mengikuti rakor karhutla di Istana Kepresidenan RI yang dipimpin langsung Joko Widodo. dan memberikan imbauan kepada seluruh instansi terkait agar memberikan peringatan akan bahaya karhutla, namun tak diindahkan bagi para pelaku pembakar lahan.

Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Donny Malewa yang ditemui beberapa waktu lalu mengatakan, khususnya Kota Sangatta ada empat titik api, yakni Kenyamukan, Kilo Satu, Jalan Haji Masdar dan Guru Besar.

“Kita terus soasialisasikan bahaya karhutla namun pelaku pembakaran sepertinya tak peduli, saat kondisi kemarau dijadikan kesempatan oleh mereka untuk membuka lahan dengan cara murah dan mudah namun membahayakan orang banyak, saat ini ada empat titik api, di Kilo Satu itu lahan gambut, otomatis api susah padamnya,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Warga Bengalon Desa Sepaso Induk Fatimah (35) menuturkan dirinya saat ini mengalami sesak nafas, batuk hingga sakit mata, akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah desanya.

“Sangat mengganggu aktifitas, kita hanya berkendara menggunakan motor saja, jelas asap terhirup bebas, saya jadi batuk, sesak nafas dan sakit mata sekarang ini,” terangnya Sabtu (14/9/2019).

Saat ini indeks standar pencemar udara (ISPU) sudah diangka 165 yang berarti sudah tidak sehat. ISPU ditetapkan berdasarkan 5 pencemar utama, yaitu: karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), Ozonpermukaan (O3), dan partikel debu (PM10).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *