Panen Tomat, Kadistan Kutim Rutin Kunjungi Perkebunan

SANGATTA – Menjelang pemindahan Ibu Kota Negara ke Kaltim, segala persiapan terus dimatangkan. Salah satunya kebutuhan pangan daerah. Sehingga Pemkab Kutim menggecarkan hal ini.Persiapan meningkatkan kualitas petani diprioritaskan oleh Kepala Dinas Pertanian Kutim. Tak hanya itu, kualitas produk juga kerap ditingkatkan.Persiapan itu meliputi swasembada pangan, dengan memberi pelatihan dan kunjungan pada seluruh kelompok tani setiap bulan dan menghimpun petani mandiri agar dikelompokkan. Selain itu, Pemkab melalui Dinas Pertanian Kutim siap menjadi pemasok kebutuhan hortikultura.Hal ini bertujuan untuk mengambil langkah cepat guna mendukung persiapan pemindahan ibu kota. Dengan pemenuhanan kebutuhan pangan untuk IKN baru.Kadistan Kutim, Sugiono menuturkan Kutim sangat siap menjadi pemasok kebutuhan konsumsi, sebab dirinya melihat potensi pangan di kabupaten ini sangat memadai.”Kita siap, potensinya juga ada, yang penting modal, untuk bikin pematang, siapkan alat pendukung, dan mematangkan usaha petani,” katanya saat diwawancarai usai memantau perkebunan tomat di jalan Kabo Jaya Sangatta Utara pada Rabu (18/9).Pihaknya akan berupaya mengumpulkan petani dan memberi bantuan, agar dapat saling mendukung satu sama lain. Menurutnya, jika didapati petani yang belum memiliki kelompok, maka tugas PPL untuk menyatukan dengan kelompok terdekat.”Nanti kami masukan ke kelompok tani yang terdekat. Distan akan membina, kebutuhan mereka akan dipenuhi sesuai usulan,” kata dia.Dalam upaya mendukung pertanian di kabupaten, selain meningkatkan mutu, pihaknya juga berupaya membantu menjadi fasilitator dan pendukung penyaluran pasar.”Pemasaran nanti Pemkab Kutim menghubungkan ke daerah lain. Yang jelas kami akan berupaya meningkatkan hortiknya agar memenuhi,” paparnya.Dia juga berencana akan memanfaatkan rawa-rawa untuk memanfaatkan program serasi, sebab lahan kering di Kutim telah banyak dikuasai oleh sawit.Salah satu petani mandiri, bernama Zainal, mengaku siap mendukung persiapan pangan daerah. Dia merasa mampu mencukupi kebutuhan, pasalnya permintaan pasar dinilai cukup berpeluang menurutnya.”Awalnya kami menanam sayuran untuk memenuhi warung, kebetulan permintaan pasar cukup besar, rata-rata meminta dari Jawa dan Sulawesi, padahal kami mampu, makanya kami tanam lebih banyak.
Disini kami pakai pupuk kandang,” terang dia.Di tempat yang sama, Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim, M Alimuddin mengharapkan wacana kepindahan Ibu Kota Negara bisa benar-benar maksimal. Dirinya enggan menjadi penonton di daerahnya, sehingga upaya untuk memajukan komoditi pangan merupakan aspek penting yang akan diprioritaskan.”Jangan sampai kita jadi penonton di daerah sendiri. Saya datang ke sini untuk memberi pencerahan bahwa ada peluang bantuan itu banyak untuk petani. Sebab kita dituntut harus bisa memenuhi dan naik 10 persen tiap tahun. Target 2023 kita siap,” tandasnya.Salah satu Dosen Pertanian Unmul, Ibrahim mengatakan pengelolaan sayur-mayur di Kutim cukup baik. Dia merasa bangga pada pemuda yang siap memajukan sektor pertanian di kabupaten kota. Terlebih lokasi seperti ini dapat memberi peluang pada mahasiswa lain untuk belajar dan terjun langsung.”Kami melihat kelompok tani yang ada kemauan, ada dua yang kami kunjungi, kebun buah dan sayur, mereka cukup tinggi permintaannya, tapi barang kurang. Mahasiswa juga bisa mengamalkan ilmunya disini,” ungkapnya. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *