Air Mulai Terasa Asin, Warga Keluhkan Sulit Mandi

SANGATTA – Air asin mulai masuk (intrusi) ke Sungai Sangatta dan sekitarnya. Dampaknya, warga tidak bisa menggunakan air tersebut untuk keperluan mandi dan mencuci pakaiannya.

Hal itu diduga karena musim kemarau yang terjadi sebulan terakhir. Kondisi ini dapat berdampak pada segala hal. Seperti kurangnya air bersih, fatalnya, jika terkontaminasi dengan air baku, maka dapat berpotensi merusak mesin dan pipa distribusi air.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu warga Sangatta Utara bernama Nasir. Dirinya merasakan kesulitan mendapat air baku tawar. Sebab air sungai di sekitar rumahnya semakin asin.

“Kalau air asin naik kami susah mau apa-apa, jadi kalau mau ambil air harus tunggu surut dulu, itupun harus dicoba, kalau sekiranya tawar baru saya pompa pakai mesin,” katanya saat diwawancarai pada Rabu (25/9).

Warga yang bergantung pada air sungai ini tidak bergantung pada PDAM, sehingga pihaknya mengandalkan air sungai sebagai air baku utama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Susahnya kurang enak dipakai mandi, lengket di badan, apa lagi kalau cuci motor pakai air ini, ya bisa-bisa karatan semua,” ujarnya.

Warga bantaran sungai lainnya, Suhenda Suryaman, warga Jalan Masabang Sangatta Selatan menjelaskan hal yang sama, menurutnya air sungai di pemukimannya asin sekali. Menurutnya, perubahan warna air yang biasanya terlihat cokelat dan keruh, saat ini menjadi biru kehijauan, yang diduga merupakan air kiriman dari laut.

“Air sudah berubah warna, rasanya juga asin sekali. Ini sudah lama terjadi sejak kemarau,” paparnya.

Sementara itu, masuknya air asin tersebut sepertinya belum berdampak pada air PDAM Tirta Tuah Benua Kutim. Hal itu dijabarkan oleh Direktur, Suparjan. Hal ini sesuai dengan laporan yang diserahkan pada Bupati Kutim, Ismunandar.

“Hasil monitoring instrusi air laut di sungai Sangatta sebagai sumber air baku PDAM, telah diambil sampelnya pada 9 September 2019 lalu. Baku mutu kadar garam atau Chlorida (Cl) untuk air baku PDAM yaitu maksimal 250 mg/l,” jabarnya.

Hasil uji Chlorida (Cl) tersebut dilakukan disejumlah titik pantau, seperti di kawasan Jembatan Kampung Kajang dengan hasil 95,7 mg/l, Jembatan Kembar Pinang sebanyak 12,7 mg/l, dan intake IPA Kabo sejumlah 8,3 mg/l.

“Kesimpulan hasil uji kadar garam atau Chlorida (Cl) air sungai Sangatta di titik pantau tersebut masih aman atau memenuhi baku mutu air baku PDAM,” jelasnya. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *