Pembukaan HUT ke 20 Kutim Adakan Lomba Tradisional

SANGATTA – Sebagai upaya melestarikan permainan tradisional yang mulai punah, pemerintah sengaja melombakan asin jaga dan kasti di pembukaan agenda HUT ke 20 Kutai Timur, sekaligus dirangkai dengan Upacara Kesaktian Pancasila.Sekda Kutim, Irawansyah menjelaskan pada 12 Oktober merupakan hari jadi Kutim, dia merasa permainan tradisional mulai tidak dikenal di kalangan kaum milenial, sehingga dengan ini dirinya mengangkat sejumlah perlombaan yang dapat mengedukasi masyarakat, terutama anak muda sebagai generasi penerus.”Sekarang mulai tidak dilirik lagi, makanya kita harus mengenalkan ke khalayak luas, agar generasi muda tahu adanya perlombaan seperti ini,” ujarnya dalam sambutan usai pelaksanaan Upacara Hari Kesaktian Pancasila pada Selasa (1/10).Senada, Sekretaris Dispora Kutim, Darmasnsyah mengungkapkan peringatan Hari Jadi Kutim ke 20 merupakan momen tepat untuk melestarikan perlombaan tradisional. Bahkan dua jenis lomba tersebut diikuti oleh 78 regu.”Kami beruapaya selalu menampilkan dan melombakan beragam permainan tradisional,” katanya.Hal ini kerap dilakukan, lomba tradisional lainnya telah ditampilkan dalam HUT RI yang dilaksanakan Pemkab Kutim. Selanjutnya, dalam pelaksanaan pesta adat juga rencananya akan dilaksanakan hal serupa namun berbeda jenis.”Ini cirikhas kita, di setiap perayaan selalu disangkut pautkan, nanti di pesta adat akan ada gasing dan sumpit, sebelumnya ada lomba dayung juga, dibagi-bagi setiap acara,” tuturnya.Hal ini turut melibatkan pelajar se Kutim, sebagai upaya pengenalan dan pendididikan melalui sekolah-sekolah.”Kami selalu undang dan ajak pelajar jadi peserta, minimal mereka kenal dan bisa,” ungkapnya. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *