Kehabisan Stok, Disdukcapil Cetak KTP-el Seadanya

SANGATTA – Blangko kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el atau e-KTP) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kutai Timur, sejak empat bulan terakhir telah kosong.

Akibatnya, ribuan masyarakat hanya diberi surat keterangan (Suket) sebagai pengganti KTP-el yang resmi. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Disdukcapil Kutim, Januar HPLA, Jumat (4/10).

Diketahui, blangko tersebut kosong pasca Pemilu serentak 2019 lalu. Percetakan KTP-el dilakukan terakhir kali pada Mei-Juni 2019. Dia telah mengeluarkan sekira 16 ribu dari 20 ribu blangko. Hingga saat ini pihaknya hanya mencetak keperluan warga yang mendesak.

“Stok hanya 100 lembar, kami mencetak untuk keperluan darurat saja. Sementara yang lain pakai suket dulu,” katanya saat disambangi di ruang kerjanya.

Hingga saat ini pengguna permintaan suket telah terbit dan mencapai 14 ribu lembar. Hal ini tidak hanya terjadi di Kutim, melainkan seluruh Indonesia. Sehingga, Dirjen Kependudukan dan Catatan sipil langsung menurunkan imbauan per 26 Agustus 2019.

“Imbauannya mengintruksikan untuk tidak melayani pelayanan dulu sampai blangko tersedia,” jelasnya.

Kecuali pengurusan pergantian status lajang ke kawin yang dibutuhkan segera, atau blangko tersebut menurutnya berlaku bagi mahasiswa yang akan menempuh pendidikan ke luar Kutim.

“Sementara kalau KTP-el hilang, atau pindah alamat pakai yang ada saja dulu, atau gunakan suket sampai stok memenuhi,” ujarnya.

Januar menyampaikan rencananya yang akan membuka kembali percetakan menjelang Pilbup 2020 mendatang, kuota minimal sama dengan Pilpres lalu. Sehingga ribuan suket tersebut dapat diproses.

“Kami mohon maaf tidak bisa memenuhi kebutuhan secara optimal, karena blangko harus diambil ke Jakarta, tapi dana minim. Kalaupun ada disana paling cuma dikasih 100 maksimal 500. Malah kurang efisien,” tutupnya. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *