Akta Online Bisa Dicetak Mandiri

SANGATTA – Untuk memudahkan masyarakat yang menetap di sejumlah kecamatan yang berjarak jauh dari Ibu Kota Kabupaten Kutai Timur, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Kutim membuat pelayanan akta online yang dapat di login dan dicetak mandiri di rumah. Namun hal ini kerap menemui masalah, yakni kesulitan mengakses data karena jaringan tidak seluruhnya baik di kecamatan tersebut.

Kadisdukcapil Kutim, Januar HPLA menjelaskan kondisi letak geografis di kabupaten ini tidak semuanya mudah terjangkau, ada sebagian kecamatan sangat jauh dan sulit untuk mengurus birokrasi surat-menyurat. Sehingga cara online ini diharap menjadi alternatif agar warga tidak harus bolak-balik ke Sangatta.

“Kutim daerah yang cukup luas, banyak kecamatan jauh jangkauannya, sehingga mereka sulit mengurus berkas, kalau online kan bisa memudahkan supaya mereka mengurus di rumah saja,” ujarnya saat diwawancarai belum lama ini.

Seperti Sangkulirang maupun Sandaran yang menguras tenaga dan biaya besar, karena harus menempuh perjalanan 4-8 jam untuk ke Sangatta. Namun, kendala jaringan diprediksi akan menjadi salah satu permasalahan yang harus segera ditangani.

“Hanya memang jaringan harus diantisipasi,” lanjutnya.

Menurut laporan terakhir per September 2019, masih sekira 5875 anak berusia 0-18 tahun belum memiliki akta lahir. Jarak dan geografis tersebut digadang-gadang menjadi penyebab orangtua sulit menyambangi kantor Capil di Sangatta.

“Dari 136.557 anak di Kutim, 130.681atau 95,7 persen telah memiliki akta. Kami sudah melampaui, karena target nasional hanya 85 persen. Semoga akta online ini bisa memudahkan untuk yang 5000 itu bisa selesai,” harapnya.

Dari 18 Kecamatan, Sangatta Utara merupakan total terbanyak tidak memiliki akta, yakni berkisar 705 anak, disusul oleh Kecamatan Muara Wahau yang mencapai 700 akta belum terealisasi.

“Padahal caranya mudah, kepala keluarga hanya perlu scan dokumen asli, seperti surat kelahiran yang diterbitkan dokter atau bidan, identitas saksi kelahiran, Kartu Keluarga pemohon sebagai kepala keluarga, Kartu Tanda Penduduk orangtua dan akta nikah. Lalu diupload,” bebernya.

Lebih lanjut dalam Pendaftaran akte secara online, pendaftar harus menggunakan NIK Kepala Keluarga, oleh karena itu sebaiknya pendaftaran dilakukan oleh kepala keluarga atau bisa dilakukan istri atau anggota keluarga lainnya dengan menggunakan nomor ponsel yang telah terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informatika karena sistem akan mengirimkan validasi melalui nomor ponsel siapa yang didaftarkan dan nomor tersebut tidak bisa didaftarkan lagi menggunakan NIK lain.

“Harus menggunakan android dan harus kepala keluarga. Saat masa percobaan ini, sudah tiga orang berhasil mendaftar. Mereka bisa mencetak di rumah dan resmi digunakan untuk mendaftar baik sekolah maupun BPJS. Cara ini efektif karena bisa selesai dalam satu hari yang sama,” ungkapnya.

Akta online juga dianggap minim kesalahan karena diverifikasi berulang dan diverifikasi faktual oleh persetujuan kepala dinas. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *