Pelaku Asusila Inses Akui Penyesalan dan Khilaf

SANGATTA – Berawal dari rasa nyaman yang tidak terbendung dan mengaku bertanggung jawab penuh pada adik ke empatnya itu, TA (23) anak pertama dari sembilan saudara tega mengajak YP untuk melakukan hubungan intim sejak setahun lalu.Dimulai pada Maret 2018, warga Desa Singa Gembara Kecamatan Sangatta Utara itu sempat mengancam korban untuk berhenti membiayai sekolahnya jika menolak ajakannya. Saat ini hanya tinggal penyesalan yang dirasakan oleh kakak yang seharusnya menjaga adik kandungnya itu.Saat disambangi di Polres Kutim, TA mengaku khilaf dan menyesali perbuatannya. Terlebih hal ini telah merenggut masa depan adiknya dan mengecewakan keluarga besar.”Saya khilaf, saat ini menyesal, baru kepikiran pas sudah hamil. Memang awalnya tidak sadar, mengalir begitu saja lama-lama jadi biasa,” katanya saat diwawancarai pada Rabu (9/10).Dia menceritakan kronologi awal mula terjadinya hal tersebut, menurutnya bullying dari saudara dan lingkungan sekolah si adik, serta keretakan keluarga membuat keduanya merasa menjadi korban. Sehingga TA dan YP kerap mencurahkan isi hati berdua. Terlarut dalam suasana, akhirnya pelaku memberanikan diri memanjakan korban dan mengajak bersetubuh.”Kami sama-sama orang yang tersakiti, adik kalau ada apa-apa curhatnya ke saya. Saya memberinya perhatian yang lebih beda dari adik-adik lainnya dan terjadilah hal seperti itu pada bulan tiga tahun lalu,” terang dia.Dia mengaku pernah mendapat pekerjaan di Balikpapan, sehingga memboyong ibu dan adiknya tersebut untuk ikut dengannya. Namun selama itu dia tak pernah terbayangkan untuk melakukan perbuatan tersebut. Sebab dirinya terlalu sibuk bekerja. Selain itu, dirinya juga mengakui adiknya tergolong perempuan yang cantik.”Tapi saat kami kembali ke Sangatta, baru kami dalam keadaan tertekan dan timbulah kenyamanan berduaan. Kejadian ini baru saya lakukan sama adik, karena kesibukan pekerjaan saya tidak pernah pacaran dan baru begini sama YP,” paparnya.Hingga setahun berselang, kejadian tersebut tidak terendus oleh siapapun termasuk orangtua mereka. Bahkan setelah dilakukan pemeriksaan kehamilanpun, pelaku dan korban enggan mengakui perbuatannya.”Ibu curiga adik saya sakitnya berbeda, setelah itu diperiksa ke rumah sakit dan USG, ternyata hamil. Saat saya mau jujur, adik melarang, sehingga orangtua saya tidak tahu waktu itu siapa bapaknya,” jabarnya.Minimnya seks edukasi yang ia pelajari serta jauh dari ajaran agama, menjadi penyebab utama yang menurutnya membuat ia nekat melakukan hal ini. Serta rasa hutang budi YP pada kakaknya tersebut yang membuat TA mudah membujuk adiknya bertindak asusila.”Kami memang sempat ingin berhenti berhubungan begitu, tapi godaan dan hawa nafsu tidak bisa ditahan. Hingga akhirnya dia hamil lima bulan,” ujar lelaki berbadan kurus itu.Setelah ditahan oleh pihak kepolisian, kini dirinya hanya bisa menyesali perbuatannya di balik jeruji besi atas laporan RT setempat yang merasa geram akan hal ini. Tak mampu berpikir lagi, menurutnya, ia kini hanya dapat menjalani proses penyidikan dan mengikuti putusan hukum.”Alhmdulillah kemarin keluarga termasuk adik saya ikut menjenguk kesini. Memang tidak terlihat marah, tapi saya bisa rasakan kekecewaan dari muka ibu,” tuturnya.Lebih lanjut, ia mengaku iklas jika ada lelaki yang akan menikahi adiknya untuk menyelamatkan. Sebab ia menyadari dirinya tidak dapat berbuat apapun lagi.”Saya dengarnya dia mau nikah, saya iklaskan hal ini, saya sadar tidak bisa apa-apa. Jika pun memang saya bebas nanti, saya juga tidak tahu mau kemana dan harus bagaimana,” ucapnya. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *