Musim Hujan, Kawasan Bukit Pelangi Alami Karhutla

SANGATTA – Memasuki musim penghujan, lahan gambut di kawasan Perkantoran Pemerintahan Bukit Pelangi terbakar lagi. Hal itu terjadi pada Selasa (15/10) sekira pukul 11.00 Wita.Asap menghitam di langit, terlihat jelas dari perkantoran, bahkan dari Kantor Bupati Kutim. Sehingga tim dari Kodim 0909/Sgt melalui personel piket Kodim 0909/Sangatta, Pelda Isroi langsung melakukan upaya koordinasi dengan Babinsa lokal, yakni Pelda Hasibuan untuk segera melakukan tindakan. “Api di sana sudah cukup besar, saya menghubungi siapa pun untuk melakukan pemadaman,” katanya.Menjalar ke lahan kebun, dengan titik api yang berada di tengah, membuat petugas kesulitan menerjang medan, sebab kawasan ini tergolong cukup jauh dari tepi jalan raya. “Tidak ada jalur mobil tangki, sehingga kami kesulitan masuk ke dalam, sebab tidak ada jalan akhirnya kami tempuh manual,” ucapnya.Pihaknya langsung menginventarisasi lokasi, sebab api mulai menyebar dan cukup sulit untuk dipadamkan. Terlebih lokasi yang sulit dijangkau oleh kendaraan membuat pihaknya berupaya maksimal. Bahkan, hingga pukul 16.00 petugas gabungan masih berkutat memadamkan si jago merah yang sudah melahap pepohonan.“Sampai saat ini kami masih terus melakukan pemadaman,” ungkap Hasibuan.Sebelumnya, Kordinator Pusdalop BPBD Kutim, Sukasno Haryanto mengatakan pihaknya masih siaga, mengikuti arahan surat keputusan yang menyatakan berjaga hingga Desember.”Walaupun musim hujan gini, masih tetap ada hotspot yang membuat kami siaga. Apalagi kalau hujan ringan, hanya atasnya saja yang padam, tapi di bawahnya api tetap menyala,” katanya saat disambangi di ruang kerjanya belum lama ini.Menurutnya, provinsi memperkirakan 230 kasus karhutla terjadi di Kutim dan masih terpantau sampai saat ini. Beragam cara telah dilakukan, salah satunya dengan sosialisasi tentang kebijakan nasional pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Namun hal ini belum berdampak besar di masyarakat.”Cara paling efektif sebenarnya dengan tanam nozel di lahan gambut, tapi kami belum punya alat itu, jadi belum bisa memadamkan 100 persen,” bebernya. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *