Tangkap Pelaku Pembunuhan Sangkulirang di Makassar

SANGATTA – Polres Kutim bershasil menangkap pelaku tindak pidana pembunuhan yang terjadi di mes PT.HAL di Desa Pelawan Sangkulirang Jumat (11/10) lalu. Tersangka AM (30) diringkus tim Polres Kutim di Sulawesi pada Kamis (17/10) usai melarikan diri.

Sebab kematian JS (35), korban yang menghuni mes perusahaan tersebut masih diselidiki oleh pihak berwajib. Menurut Kapolres Kutim, AKBP Teddy Ristiawan pelaku sempat berselisih paham dengan korban.

“Mereka itu temanan dan memang ada masalah, akhirnya AM mendatangi mes dan terjadilah penikamanan. Setelah itu pelaku kabur ke Sulawesi. Kami tidak tinggal diam, delapan orang anggota saya langsung melakukan pencarian dan mendapati di Makassar setelah lima hari kejadian ini,” jelas dia dalam pres rilis, Jumat (17/10).

Pihaknya melibatkan tim dengan bantuan penuh dari Polda Sulbar dan Sulsel, meringkus pelaku di kediaman keluarga. Kemudian langsung membawa kembali ke Kutim dan tiba pada pukul 01.00 Wita.

“Disini ada keluarganya yang kami mintai keterangan, sampai akhirnya tiba di sulawesi tim saya mencari sampai dapat dan membawanya balik ke sini,” jabarnya.

Mantan Kapolres PPU ini menjelaskan senjata tajam yang digunakan pelaku berjenis badik 20 cm dan pisau taji saat menusuk korban, namun JS masih bisa bertahan sehingga korban kembali dipukul dengan besi sepanjang 13,5 cm berdiameter 2,5 cm kemudian baru tewas di tempat.

“Korban saat itu langsung dibawa ke RS Sangkulirang kemudian dilarikan lagi ke RSUD Kudungga Sangatta, baru kami antarkan ke rumah duka di Telen untuk dimakamkan,” ungkapnya.

Dia mengaku bangga pada masyarakat Kutim, sebab kerap kali dihadapkan dengan permasalahan, warga dengan sigap melapor pada pihaknya.

“Alhamdulillah diserahkan ke proses hukum berlaku,” tegasnya.

Dalam confrensi tersebut, pelaku AM menjelaskan kronologi penusukan korban di bagian punggung dan perut yang membuat badik hingga bengkok. Dia mengaku kesal dengan JS yang juga merupakan teman karibnya. Sehingga munculah perselisihan pahan dan berujung kematian.

“Saya kesal dan mendatangi kamarnya, saya tusuk dan pukul korban karena gelap mata. Ini bukan perencanaan,” tuturnya.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal tentang “penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan atau barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain” sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 ayat (3) KUHP dan atau pasal 338.

“Dengan tuntutan ancaman 7-12 tahun penjara,” tutupnya. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *