Taruna-Taruni TNI AL Tiba di Pelabuhan Tanjung Bara

SANGATTA – Dalam kunjungannya, satu putra terbaik dari Kutim yang mengikuti pendidikan Taruna-Taruni tingkat II Akademi Angkatan ke 67 dalam rangka Lattek Jalasesya di KRI Teluk Ende 517, tiba di Pelabuhan Tanjung Bara Sangatta Utara dan disambut oleh Danlanal Sangatta Letkol Binsar Alfret Sitorus pada Minggu (20/10).

Dijelaskan oleh Danlanal bahwa kegiatan ini sudah direncanakan sejak lama agar Sangatta dapat dikunjungi, sebab tiga tahun berturut-turut Kutim selalu mengirim peserta namun kapal layar tidak pernah singgah, sehingga kali ini hal itu direalisasikan.

“Kami juga menginginkan Sangatta menjadi tempat panitia daerah penerimaan calon anggota yang selama ini di Balikpapan. Selain itu, dengan kehadiran taruna di Sangatta harapannya bisa mensosialisasikn ke masyarakat luas supaya pemuda bisa tergugah,” ujarnya saat diwawancarai di lokasi penyambutan taruna.

Taruna asal Kutim, Kadet AAL, Amanu Utama mengaku sangat berminat menjadi Angkatan Laut. Segala persiapan diri dilakukan sejak tiga bulan sebelum pelaksanaan, mulai dari segi jasmani, akademik dan psikologi. Hal ini terinspirasi dari ayahnya yang merupakan anggota TNI AL di Sangatta.

“Ayah saya angkatan laut, saya terinspirasi dari beliau. Dari info yang saya dapat juga menjadi TNI AL bisa membawa saya berlayar ke luar negeri,” jabarnya.

Menjalani pendidikan hingga semester dua, membuatnya akan terus berupaya hingga lulus di tahun ke empat. Lelaki kelahiran 17 September 1999 itu merasa antusias saat mendapat ilmu di kapal, baik navigasi dasar, seni membuat kapal hingga ilmu-ilmu kapal lainnya.

“Disini diajarkan sesuai korpsnya masing-masing, saya di korps pelaut, jadi di kelas saya belajar navigasi kemudian saat praktik baru berlayar,” tutur warga jalan Rudina Sangatta Utara itu.

Di tempat yang sama, anggota Lanal Sangatta, Serka Saa Sunu yang merupakan orangtua Amanu saat diwawancarai media menunjukan rasa bangganya pada putra kedua dari empat bersaudara tersebut.

“Menjadi TNI AL merupakan pilihannya sendiri. Dia memang aktif di Barata, mungkin hal ini yang membuatnya memilih menjadi angkatan laut. Dia juga giat berlatih saat akan mengikuti ujian,” ungkapnya.

Komandan KRI Teluk Ende Lektol Laut (P) Cokorda Gede Parta Pemayun didampingi Perwira Pelaksana Latihan Binsar Hutabarat menjelaskan dirinya membawa 88 taruna-taruni untuk menjalankan Jalasesya selama 12 hari terhitung dari 14-25 Oktober 2019.

“Mereka berlayar untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dari kelas. Saat ini kami mengarungi Surabaya ke Banjarmasin lanjut Sangatta dan kembali ke Surabaya,” kata dia.

Dalam kegiatan ini, pihaknya akan melaksanakan kunjungan ke pimpinan daerah dan promosi ke sekolah-sekolah. Tujuannya agar pemuda-pemudi di Sangatta dapat bergabung.

Menurut Hutabarat yang juga menjadi orang tua asuh selama di kapal menganggap putra Kutim sangat baik dalam mengikuti pelajaran, keaktifannya di mata pelajaran dianggap cukup tanggap.

“Mereka punya keunggulan dan standard sendiri. Dia juga cukup aktif dan selama menjalani pendidikan, dia akan menjalankan lima kali latek kemudian kalau lulus jadi letnan dua.

Kebanggan yang sama diutarakan oleh Staf Ahli Bidang Polhukam Pemkab Kutim, Syahrir. Melihat putra terbaik dari Kutim dapat mengikuti pelatihan seperti ini menjadi kebanggan sendiri untuk daerah.

“Kita selalu berprestasi, terbukti persaingan se-Provinsi saja Kutim selalu melahirkan nama baru. Saya sangat bersyukur, semoga ada terus generasi penerus,” tutupnya. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *