Lahan Tiga Hektare Di Sangsel Dilahap si Jago Merah

SANGATTA – Kebakaran hutan dan lahan (Kathutla) di Jalan Pertanian Desa Sangatta Selatan Kecamatan Sangatta Selatan kembali berkobar pada Selasa (22/10) sekira pukul 14.24 Wita, setelah satu jam sebelumnya kebakaran sudah berhasil dipadamkan.Kepulan asap dari kobaran api terpantau menyala lagi di tiga titik berbeda di kawasan tersebut. Hal ini sempat membuat khawatir warga yang sedang membangun rumah di sekitar area perkebunan itu.Seperti yang dijelaskan oleh warga sekitar, Alpian L Sirinding (27) menduga kejadian ini disebakan kesengajaan. Ia merasa kewalahan karena harus memadamkan secara manual di tengah kobaran api yang menjadi-jadi.”Ini api muncul dari jam 08.00 pagi, sepertinya dibakar terus orangnya kabur, lalu apu berhasil dipadamkan sekira jam 13.30 Wita. Ternyata jam 14.24 siang hidup lagi,” ungkapnya saat diwawancarai di lokasi.Selain itu, menurutnya dikarenakan cuaca yang cukup panas memicu titik api menyebar cepat dan menjalar ke kawasan semak belukar lainnya. Sehingga menghabiskan lahan seluas kurang lebih tiga hingga empat hektare.”Saya kurang tahu pasti, mungkin sekitar tiga hektare. Apinya tiba-tiba loncat di kawasan berbeda tak jauh dari titik pertama, penyebarannya cepat dan banyak,” ujarnya.Terpisah, Koordinator Pusdalop BPBD Kutim, Sukasno Haryanto membenarkan kejadian ini, dia memperkirakan si jago merah menghabiskan lahan seluas tiga hekatare dan mendekati pemukiman masyarakat.”Kami dapat laporan memang dari pagi, kemudian turunkan personel, dibantu dari PMK, Polsek Sangatta Selatan, Koramil Sangatta, PMI serta masyarakat sekitar. Api berhasil dikuasai pada pukul 15.45 sore,” jelasnya.Dia menjabarkan kesulitan yang dihadapi timnya selama berada di lokasi, selain dekat dengan pemukiman ia menyebutkan sumber air sangat minim, terlebih cuaca panas sangat menyengat membuat api cepat rambat.”Melihat kondisi di tkp sangat panas, api cepat menjalar. Selain itu dugaan kami juga adanya kesengajaan pembakaran untuk pembukaan lahan berkebun atau pertanian,” tuturnya. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *