Setelah Enam Bulan, Insentif Guru Akan Dibayar

SANGATTA – Pemerintah Kutai Timur (Kutim) berjanji akan membayar insentif tenaga kerja kontrak daerah (TK2D) guru, yang diketahui mandet selama enam bulan terakhir.

Hal itu dikatakan oleh Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang saat mengadakan hearing bersama forum TK2D dan forum guru pada Kamis (24/10).

“Insentif akan dibayarkan tahun ini, disesuaikan dengan keuangan daerah,” ujarnya saat diwawancarai usai rapat.

Kasmidi juga meminta pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) agar dapat memprioritaskan pelunasan insentif dan gaji TK2D di seluruh kecamatan.

“Kalau sudah ada transferan, pembayaran ini harus jadi skala prioritas,” pintanya.

Ketua forum TK2D, Mursalim menjelaskan empat poin yang disampaikan pada pemerintah. Pertama dirinya meminta kejelasan penerimaan CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), Kedua perihal kejelasan terkait biaya BPJS untuk pegawai TK2D. Ketiga insentif guru TK2D yang belum jelas dan tidak memenuhi ekspektasi. Terakhir dia meminta kejelasan kepada Disdik terkait pemberitaan pengangkakatan 2000 tenaga honor di media online.

“Berkenaan dengan insentif guru, kami sengaja minta agar bisa hearing, karena teman-teman TK2D sebenarnya meminta aksi lagi, tapi saya tenangkan lebih dahulu untuk dengar pendapat pemerintah,” jelas dia.

Sebab menurutnya, aksi demo merupakan pilihan terakhir, setelah sebelumnya seluruh TK2D pernah menuntut hal yang sama dengan demonstrasi pada 2018 lalu.

Terpisah, Ketua Forum Guru TK2D, Abdul Rahman mengakui insentif guru non PNS belum terbayar dari April 2019 hingga saat ini. Dengan total 2400 lebih jumlah guru TK2D di Kutim.

“Kalau gaji Alhamdulillah lancar, cuma insentif yang belum terbayar. Tadi pak wakil tekankan kepada BPKAD agar segera dibayarkan secepatnya,” ujarnya.

Adapun pembayaran insentif tersebut menurutnya akan dilunasi hingga Agustus. Dengan nominal zona 1 yang notabenenya berada di perkotaan berkisar Rp 750 ribu dan zona 4 di kawasan pedalaman mencapai Rp 1,8 juta.

Kadisdik Kutim, Roma Malau berjanji akan terus memerhatikan segala kebutuhan guru-guru yang mengajar, terlebih TK2D yang telah mengabdi di kecamatan jauh.

“Saya selalu turun ke lapangan, tanya keluhan mereka apa, saya catat untuk dicarikan solusinya,” jelasnya. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *