Hewan Buas Mulai Merambah ke Pemukiman Warga

SANGATTA – Tingginya angka kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kutim sudah masuk dalam taraf membahayakan kesehatan masyarakat sekitar. Tidak hanya manusia, hewan pun ikut menderita akibat habitatnya terbakar. Sehingga, sejumlah hewan liar mulai masuk ke pemukiman.

Berbagai cara dan upaya sudah dilakukan pemerintah untuk mengatasi karhutla. Nyatanya upaya itu belum maksimal. Mirisnya, banyak hewan yang terancam punah dan menderita sakit karena terjebak api dan asap dari kebakaran. Ini nasib tragis, akibatnya banyak yang mencari perlindungan dengan memasuki perumahan warga.

Hal itu terbukti, saat satu orangutan yang berkeliaran di kawasan pemukiman masyarakat tepatnya di Jalan Ardhan KM 1 Sangatta Selatan dan langsung diamankan oleh Tim Satgas untuk dilepas liarkan di alam bebas. Nampak pula tim BPBD membantu membackup tim.

Salah satu warga terdekat, Rizal mengatakan kejadian ini kali pertama orang utan mulai memasuki pemukiman di kawasan tinggalnya. Namun kuat dugaan karena tempat tinggal yang aman bagi primata Kalimantan itu mulai terkikis.

“Biasanya hewan takut ketemu manusia. Mungkin ini efek kebakaran terus, pohon dan makanannya habis, maka dari itu mereka mulai menyerang kita,” jelasnya.

Hal serupa terjadi pada Minggu ,(27/10), Babinsa Koramil 0909-01 Sangata mengamankan predator ganas yakni buaya berukuran 1,5 meter yang memasuki pemukiman warga, di RT 03 Dusun Swargabara Kecamatan Sangata Utara.

Dandim 0909/Sgt, Letkol Czi Pabate melalui Babinsa Koramil Sangatta, Serda Lukman dibantu sejumlah masyarakat berusaha menangkap dan mengamankan buaya tersebut agar tak terjadi hal yang tidak diinginkan. Sebab, kehadiran hewan buas ini dapat mengancam siapapun.

“Buaya tersebut dapat kami amankan, selanjutnya diserahkan kepada pihak berwenang untuk dibawa ke habitatnya yang telah ditentukan oleh pemerintah daerah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan terpisah Danramil Sangatta, Kapten Inf Arif Safardiyatno mengimbau kepada masyarakat agar segera melaporkan kepada aparat apabila di pemukimannya ada hewan buas berdatangan.

“Kita harus waspada agar bisa diamankan dan diserahkan pada pihak terkait, untuk dilakukan tindakan pengamanan, memang daerah Kutim ini terkenal dengan banyaknya buaya baik di sungai maupun di rawa-rawa. Makanya harus lebih berhati-hati,” pintanya. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *