TK2D Terlama Berkesempatan Ikut PPPK

SANGATTA – Pemerintah Kutai Timur memberikan solusi kepada tenaga kerja kontrak daerah (TK2D) yang berusia mendekati masa pensiun dan tidak lagi dapat mengikuti tes calon pegawai negeri sipil (CPNS), untuk menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Hal ini berlaku bagi mereka yang sudah lama mengabdikan dirinya kepada negara, namun belum ditetapkan sebagai pegawai negeri sipil (PNS). TK2D yang usianya sudah lebih dari 35 tahun dan tidak bisa ikut seleksi CPNS bisa mengikuti seleksi pemilihan PPPK adalah satu tahun sebelum usia tua pada jabatan tertentu.

Namun, kebijakan tersebut akan disesuaikan dengan masing-masing OPD. Mengingat, sejumlah batas pensiun di setiap bidang sering didapati perbedaan.

Dijelaskan oleh Sekretraris Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kutim, Rudi Baswan mengatakan TK2D yang sudah lama mengabdi berkesempatan mengikuti seleksi PPPK jika memenuhi syarat.

“Pekan lalu seluruh BKPP dikumpulkan pemerintah pusat. Kami membahas tentang TK2D. Sesuai dengan Permenpan, pendaftaran PPPK berlaku bagi tenaga kontrak yang akan berusia setahun sebelum pensiun,” jelasnya dalam rapat koordinasi belum lama ini.

Menurutnya, pemetaan secara nasional kebutuhan guru di Indonesia masih sekira 63 persen secara nasional. Di Kutim sendiri dialokasikan sekira 136 guru dari 7174 TK2D yang ada. Di posisi kedua, kesehatan menjadi formasi yang juga sebagai skala prioritas. Untuk selanjutnya, tenaga teknis merupakan formasi yang juga sangat dibutuhkan.

“Peluang menjadi PPPK masih sangat terbuka. Kutim akan melaksnakan dalam beberapa tahun ke depan. Karena nanti tidak ada lagi status TK2D,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Forum TK2D Kutim, Mursalim menyampaikan seluruh aspirasi dari tenaga kontrak daerah. Sebagai perwakilan, dirinya meminta pegawai non PNS yang berusia 35 ke atas dengan pengabdian yang cukup lama, mendapat perlakuan khusus.

“Kalau yang tua-tua ikut tes lagi, kalah saing dengan yang muda.
Saya hanya menyampaikan keinginan teman-teman, untuk mempejelas status. Jika ada harapan untuk maju, mereka tidak akan banting setir,” jelasnya.

Namun jika pengabdiannya selama ini tidak ada kejelasan, menurutnya, sejumlah TK2D berusia tua akan beralih profesi. Tetapi, adanya informasi minimal setahun pensiun masih bisa diperjuangkan, pihaknya akan tetap bertahan untuk mengabdi.

“Dari dasar itu kami ingin menjadikan yang mengabdi terlama jadi skala prioritas,” harapnya. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *