Sumpah Pemuda, KNPI Miliki Terobosan Baru

SANGATTA – Hingga hari Sumpah Pemuda ke 91, dimana implementasi kepemudaan masih minim di Kutai Timur. Sangat disayangkan, banyaknya pemuda masa kini yang rusak moralitasnya. Mulai dari pelajar yang suka bertindak buruk, berbuat asusila, berkecimpung dengan narkoba, bahkan terlalu konsumtif dengan menghambur-hamburkan uang orang tuanya.Beberapa kasus kenakalan terus ditemui dan meningkat setiap tahunnya. Mulai dari oplosan obat batuk untuk mabuk, pemerkosaan, dan penggunaan sabu-sabu. Hal ini memicu kerusakan pada generasi penerus dan masih merajalela.Namun, hal itu harus dikikis dan menjadikan pemuda hebat di daerah sebagai motivasi untuk membangun daerah. Seperti, yang dilontarkan oleh Ketua KNPI Kutim, Munir Perdana. Menurutnya, 28 Oktober bukan sekadar upacara. Dia melihat banyak pemuda masih terjebak akan sejarah kesuksesan pemuda jaman dulu, yang serba terbatas namun bisa menyatukan nusantara bahkan mampu mendongkrak kemerdekaan.”Kita lupa kejadian saat ini, banyak hal kecil diabaikan padahal itu berdampak besar. Contoh, Kaltim dipilih menjadi IKN, itu peluang lompatan percepatan pembangunan, tapi kita tidak sadar, mutu pendidikan di Kutim jauh tertinggal dari daerah lain,” ujarnya saat diwawancarai pada Senin (28/10).Dia menyadari kualitas pendidikan belum maju, hal ini berdampak pada sumber daya manusia. Menurutnya, pemerintah harus bisa mencari solusi konkret. Terlebih, hingga saat ini budaya luar yang memengaruhi sangat merasuk dan menjadi masalah. Sehingga pihaknya akan mengadakan diskusi dengan mengundang seluruh elemen untuk mencari terobosan terbaru.”Kita tidak bisa menutup mata, polisi masih sering menangkap pengguna dan pengedar. Hal ini belum membuahkan hasil maksimal, harus ada untuk mencari terobosan itu,” tuturnya. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *