Alami Kelangkaan BBM, SPBU Sangatta Padat

SANGATTA – Akibat dari panjangnya antrean di sejumlah SPBU se Kutim, terutama Sangatta karena mengalami kelangkaan, sangat berdampak besar pada angkutan kota (angkot).

Seperti yang diungkapkan oleh Ketua DPC Organda Kutim, Abdul Haris. Menurutnya kesulitan mendapat bahan bakar sangat terasa pada usaha yang dijalani anggotanya. Terlebih hal ini sangat berdampak pada pendapatan supir angkot.

“Kelangkaan ini cukup dirasakan sekali oleh anggota kami para supir angkot, mereka datang ke kantor DPC Organda Kutim untuk melaporkan persoalan sulitnya mendapat BBM,” ujarnya saat diwawancarai pada Kamis (31/10).

Dia berharap agar pemerintah melalui elemen terkait dapat mengantisipasi kelangkaan dengan menertibkan pengetap yang kian menjamur. Pasalnya jika mengantre terlalu lama, supir angkot akan kehilangan waktu untuk mengantar penumpang, namun dirinya juga dilema jika membeli BBM di pengecer akan mendapat harga lebih mahal.

“Bahan bakar bensin setiap hari susah dicari mohon untuk pihak yang berwenang bisa menertibkan para pengetap yang ada di Sangatta,” pintanya.

Menurutnya, sudah seharusnya pemerintah lebih memerhatikan dampak yang akan terjadi, sebab jika BBM langka masyarakat lah yang merasakan langsung imbas dari hal itu. Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu alasan kelangkaan terjadi karena pengetap yang kerap membeli BBM dalam jumlah banyak dan menjualnya tanpa perizinan.

Angkot ada sekira 60 yang aktif, mereka hanya berharap pada penumpang anak sekolah. Tapi kalau tidak ada bensin begini, bagaimana mau bekerja,” tandasnya.

Salah satu supir truk Sangatta-Berau, Muhammad Ardi (36) mengeluhkan antrean yang cukup panjang. Terlebih ia harus menunggu sejak malam hingga pagi baru terisi. Terpantau di lapangan, kondisi antrean yang mengular terjadi sejak pukul 08.00 wita hingga sore hari.

“Yang membuat lama itu, kami harus menunggu mobil tangki datang, baru kami dilayani. Itupun sudah antre dari malam, karena kalau besok baru datang, kami tidak kebagian,” keluhnya.

Kondisi kelangkaan tersebut dibantah oleh Region Manager Communication dan CSR Kalimantan, Heppy Wulansari. Menurutnya, BBM tidak mengalami kelangkaan, ia mengaku sebelumnya sempat terjadi kendala di tanker yang membawa BBM untuk disalurkan melalui Terminal BBM Samarinda.

“Namun sekarang sudah masuk proses recovery. Untuk Kutim kemungkinan berdampak dari kendala tanker juga. Tapi saat ini sedang upaya recovery dengan peningkatan penyaluran BBM ke SPBU,” tuturnya.

Menanggapi antrean di SPBU, Kadisperindag Kutim, Zaini mengatakan kejadian ini bukan hanya di Kutim saja, namun juga terjadi di sejumlah kabupaten kota lain seperti Bontang dan Samarinda. Sehingga dirinya langsung menghubungi pihak Pertamina.

“Kami sudah menghubungi Pertamina, informasinya pasokan BBM ke Kutim tetap dan tidak ada pengurangan kuota,” terangnya.

Zaini juga mengaku telah mengadakan rapat dengan pihak terkait serta kepolisian, juga pihak SPBU agar tidak memberikan pelayanan pada pengetap atau pengecer secara berlebihan. (LRS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *